BATAM (gokepri.com) – Polemik penggusuran ruko kompleks Sei Nayon, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong makin runyam. Warga minta ganti rugi malah tak direspon.
Ruko yang sudah puluhan tahun mereka tempati harus digusur dengan alasan pembangunan ulang.
Diketahui ruko-ruko itu dibangun oleh warga yang sudah membeli kavling di kawasan tersebut, sehingga mereka mengklaim kawasan itu sudah jadi hak milik mereka.
Salah satu pemilik ruko yang digusur tersebut Horas mengatakan, pihak pengembang yang baru berniat membangun kawasan tersebut, sehingga ruko-ruko warga pun dirubuhkan.
Horas mengaku, sebelumnya pihak pengembang berjanji memberikan ganti rugi sebesar Rp120 juta, tetapi uang tersebut harus dikembalikan lagi dalam bentuk DP ruko yang baru kepada pengembang.
“Mereka menjanjikan mau kasih ganti rugi Rp120 juta, tapi itu sebagai DP buat beli ruko mereka yang senilai Rp2,5 miliar, artinya aku harus bayar lagi ke dia,” kata Horas.
Sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan ganti-rugi itu.
“Saya belum. Ada beberapa warga sudah dapat tapi belum semuanya,” kata dia.
Tim Terpadu Gusur 22 Ruko di Sei Nayon
Tiga orang dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros akibat satu bangunan Ruko ambruk dan menimpa sekumpulan warga dan petugas ketika ribut penggusuran di Sei Nayon, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.
Korban diantaranya, satu orang polisi, satu orang Ditpam BP Batam dan satu lainnya merupakan warga setempat. Korban mengalami luka sobek di kepala dan beruntung dapat diselamatkan.
Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam Imam Tohari mengatakan, ratusan personel gabungan yang melakukan pengosongan lahan yang diketahui milik PT Kammy Mitra Indo (KMI) menuai penolakan dari Warga Sei Nayon. Sempat terjadi dorong-dorongan antara antara tim terpadu dengan warga.
“Untuk saat ini kami tim terpadu ditugaskan untuk menertibkan sebanyak 22 bangunan Ruko. Kalau soal di belakang saya jaminannya tidak akan digusur, kalau setapakpun menyentuh yang di belakang, jaminannya saya,” kata Imam.
Baca Juga: Polemik Lahan di Sei Nayon Bikin Warga Geram
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis : Engesti









