PENGEMBANGAN BATUAMPAR: Container Yard Dibangun, Batam Siap Jadi Hub Logistik

pengembangan batuampar
Kepala BP Batam Muhammad Rudi (rompi hijau) saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan halaman kontainer dan infrasturktur pendukung Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar Batam, Rabu (8/5/2024). ANTARA/Jessica

Batam (gokepri) – Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar Batam terus menunjukkan geliat transformasinya menjadi pelabuhan hub logistik internasional. Hal ini dibuktikan dengan dimulainya pengembangan halaman peti kemas atau container yard seluas 9,8 hektare.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, optimistis perluasan CY (container yard) ini akan mengantarkan Pelabuhan Batu Ampar menjadi salah satu pelabuhan bongkar muat peti kemas bertaraf internasional.

Baca Juga:

HBRL

“Ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi kami menjadikan Pelabuhan Batu Ampar sebagai pemain utama di kancah logistik global,” ujar Rudi.

Proyek senilai Rp360 miliar ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) dan PT Persero Batam. Diharapkan dengan pembangunan halaman kontainer dan infrastruktur pendukung lainnya, volume bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar akan mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

“Kami menargetkan proyek perluasan CY ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal dan selesai tepat waktu dalam waktu 15 bulan,” tutur Rudi.

Rudi menjelaskan BP Batam juga berencana menambah 4 unit Ship to Shore (STS) crane dan 12 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) crane dalam pengembangan tahap II Pelabuhan Batu Ampar. Penambahan infrastruktur ini ditargetkan terealisasi pada tahun 2025 mendatang.

“Dengan komitmen dan kerja keras semua pihak, saya yakin target realisasi arus peti kemas di Pelabuhan Batu Ampar sebesar 1 juta TEUs dalam setahun dapat diraih,” tegas Rudi.

Sementara itu, Direktur PT Persero Batam, Arham S Torik, mengungkapkan bahwa perluasan area dermaga tahap I ini merupakan bagian dari tiga tahap pengembangan Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar yang direncanakan rampung hingga tahun 2080.

“Pada tahap I tahun ini, Pelabuhan Batu Ampar telah mengoperasikan 1 unit STS Crane dan 2 unit Harbour Mobiil Crane (HMC) untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas,” jelas Torik.

Ia menambahkan bahwa proyek ini meliputi pekerjaan persiapan dan umum, pekerjaan pendetilan konsep rancang bangun menjadi Detail Engineering Design (DED), serta pengadaan barang/material dan jasa untuk penyelesaian pekerjaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Pos terkait