BATAM (gokepri.com) – Pendapatan retribusi sampah di Batam tahun 2022tembus Rp35,864 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2021 yang jumlahnya Rp34,875 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie mengatakan kenaikan retribusi sampah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Di antaranya karena masa kritis pandemic Covid-19 sudah lewat sehingga pendapatan masyraaat sudah stabil.
“Kemudian pekerja kami sudah bisa berinteraksi langsung dengan warga untuk menagih uang retribusi,” ujarnya, Senin 2 Januari 2023.
Herman Rozie mengatakan, pendapatan retribusi sampah di Batam didapat dari beberapa perumahan dan pedagang kaki lima yang masih mengunakan karcis untuk pembayaran Rp9,8 miliar.
“Menurun jika dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp10 miliar,” kata dia.
Namun retribusi yang menggunakan aplikasi meningkat dibandingkan tahun 2021, yakni Rp8,4 miliar. Sedangkan tahun 2021 hanya Rp7,3 miliar.
Kemudian ada dari sampah ekonomis yang keluar dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur sebanyak Rp195 juta. Meningkat jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp168 juta.
Sementara itu, sampah dari tempat-tempat industri rumah tangga sebanyak Rp1,026 miliar. Meningkat dari tahun lalu sebesar Rp1 miliar.
Kemudian dari perusahaan, pertokoan dan perumahan yang menggunkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) juga meningkat. Jumlahnya sebanyak Rp16,4 miliar. Sedangkan di tahun 2021 jumlahnya Rp15,7 miliar.
Meskipun jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Herman Rozie mengakui jumlah tersebut belum mencapai target yang diberikan pemerintah daerah yaitu sebesar Rp60 miliar.
Herman Rozie menyebut ada beberapa kendala sehingga target tersebut tidak tercapai. Salah satunya armada pengangkut sampah yang semakin tua.
Baca Juga: Kepri Kaji Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dibangun di Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









