Batam (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam meminta rencana Bright PLN Batam mengekspor listrik tenaga surya ke Singapura dari Batam tidak mengganggu kebutuhan listrik untuk masyarakat.
“Yang paling penting bagi kami adalah seluruh pelaku usaha dan masyarakat aman terkait kapasitas listrik. Kalau ada kelebihan kapasitas atau daya baru silahkan, PLN-kan pure bisnis,” kata Amsakar, Senin 9 November 2021.
Amsakar mengatakan ekspor listrik ke negara tetangga sah-sah saja jika ada kelebihan kapasitas atau daya yang di miliki oleh Bright PLN Batam.
“Pesan kami ya jaga masyarakat Batam jangan karena ada kebijakan ini di Batam malah kekurangan energi,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bright PLN Batam, Nyoman S Astawa dalam konferensi pers secara daring pekan lalu mengatakan, dalam skema trial atau ujicoba penyaluran listrik ke Singapura ini pihaknya optimistis akan memenangkan tender yang akan dilakukan karena sejumlah hal.
Salah satunya ialah mitra Bright PLN Batam yaitu Sembcorp Industries (Sembcorp) merupakan whole seller lima besar energi listrik di Singapura yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Temasek, BUMN Singapura.
“Kami sudah mengekspor ini di awal tahun 2025, sehingga dari sisi hal yang paling utama saat ini ialah secure lahan dulu, proses kontruksi dimulai di akhir tahun 2022,” kata Nyoman.
Menurut Nyoman, lahan yang dibutuhkan untuk panel-panel surya dengan total energy daya mampu yang akan disalurkan sebesar 1GWp seluas 1.000 hektare. Lokasi lahan tersebut nantinya akan tersebar di Batam, Bintan dan Karimun. (Pewarta: Engesti)








