KARIMUN (gokepri.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun berkomitmen mengoptimalkkan pengembangan kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang dominan di Kecamatan Meral dan Meral Barat.
“Salah satu fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan Free Trade Zone (FTZ),” ujar Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah di Masjid At Taqwa Darussalam, Kecamatan Meral Barat belum lama ini.
Iskandar menjelaskan, mengoptimalkan kawasan FTZ maksudnya adalah bagaimana pihaknya mempercepat industri dan pelayanan jasa yang dibangun di kawasan FTZ tersebut.
Apalagi, kawasan FTZ bukan hanya didominasi oleh industri besar melainkan juga industri rumah tangga dan pertanian.
Industri rumah tangga yang menjamur di kawasan itu adalah pembuatan tahu dan tempe. Sementara, pertanian yang banyak dilakukan masyarakat setempat adalah menanam sayur berumur pendek.
“Jika FTZ bisa berjalan dengan optimal, maka pertanian akan semakin maju,” ungkapnya.
Selain pengomtimalan kawasan FTZ yang ada, pihaknya juga tengah mengupayakan FTZ menyeluruh di seluruh Kabupaten Karimun.
“FTZ menyeluruh di Kabupaten Karimun akan mengundang invstasi masuk dan ini akan mempercepat pembangunan daerah,” ujarnya.
Dikatakan, hari ini FTZ di Karimun hanya beberapa kawasan atau tidak menyeluruh, untuk itu dia berharap diberikan privilage yang sama seperti Kota Batam, sehingga akan terjadi kemudahan dalam pengawasan pengembangan.
“Karimun hari ini memiliki posisi yang amat strategis di muara Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan perairan Internasional sehingga itu menjadi modal kuat dalam potensi kita,” jelasnya.
Menurut dia, FTZ menyeluruh bukan hanya menguntungkan bagi para pengusaha saja, keterbukaan lapangan kerja menjadi peluang di masyarakat.
Namun di balik itu, juga akan berdampak pada iklim ekonomi yang sehat yang akan menambah daya beli masyarakat.
Penulis: Ilfitra









