Pekerja Hiburan Malam Kampung Bule Batam Protes Jam Buka Tutup

Puluhan pekerja dan pemilik bar di Kampung Bule Nagoya, Batam, melakukan aksi turun ke jalan, Rabu (5/5/2021) malam.
Puluhan pekerja dan pemilik bar di Kampung Bule Nagoya, Batam, melakukan aksi turun ke jalan, Rabu (5/5/2021) malam.

Batam (gokepri.com) – Puluhan pekerja dan pemilik bar di Kampung Bule Nagoya, Batam, melakukan aksi turun ke jalan, Rabu (5/5/2021) malam. Mereka memprotes kebijakan pemerintah terkait buka tutup tempat hiburan malam.

Aksi protes itu dilakukan para pekerja yang didominasi kaum wanita dengan berdiri berjajar sambil memegang kertas putih bertuliskan meminta keadilan. Akibat aksi tersebut, kawasan yang dulunya ramai dikunjungi Warga Negara Asing (WNA) itu, kini berubah menjadi sepi.

Ketua Asosiasi Forum Pengusaha Kampung Bule Famili (FPKBF), Icha mengatakan, aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang dianggap pilih kasih.

HBRL

“Aturan buka tutup bar berubah-ubah. Kalau disini buka-nya dua jam, di tempat lain juga harus sama. Jangan pilih-pilih kasih,” ungkap Icha didampingi pemilik bar Kampung Bule, Nia dan Lia.

Dikatakannya, di awal-awal Ramadan, pemerintah mengeluarkan aturan buka tempat hiburan malam mulai pukul 22.00 sampai 03.00 WIB. Kemudian, aturan itu kembali berubah yakni jam buka mulai pukul 21.00 hingga pukul 00.00 WIB.

“Parahnya, baru pukul 22.00 Wib sudah datang tim patroli yang memerintahkan untuk segera ditutup. Ada apa ini?” tanyanya kesal.

Menurut Icha, akibat peraturan yang berubah-ubah itu, ditambah seringnya tim penegak hukum melakukan razia, membuat tamu-tamu yang datang menjadi tidak nyaman. “Dari 30-an Bar dan Cafe yang ada disini, belasan cafe sudah tutup, dan sebagian besar dijual oleh pemiliknya. Namun, dengan kondisi seperti ini, tak ada satupun pengusaha yang mau membelinya,” bebernya.

Maka dari itu, pihaknya sepakat untuk melakukan aksi protes berupa unjuk rasa. Harapannya apa yang menjadi keresahan para pengusaha di Kampung Bule bisa didengarkan oleh pemerintah.

“Kami ini juga para pelaku pariwisata. Jadi, kami minta ikut dilibatkan dalam setiap pembahasan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Batam,” harapnya.

Senada, Owner zbar Dark Cave, Nia menjelaskan, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada setiap tamu yang datang. Hal itu dibuktikan dengan disediakannya tempat cuci tangan di setiap pintu masuk bar, kursi yang dikasih jarak, dan di setiap mejanya disediakan hand sanitizer.

“Karyawan kami juga rutin melakukan pengecekan rapid test, untuk memastikan Kampung Bule aman dan terbebas dari Covid-19,” pungkasnya. (eri)

Pos terkait