BATAM (gokepri.com) – Ratusan perusahaan dan pelaku industri elektronik mengikuti pameran Indonesia’s Largest Electronic Manufacturing & Smart Factory Expo at the Heart of the Industry yang resmi dibuka di Ballroom Hotel Radisson Batam, Rabu (28/10), untuk memperkenalkan teknologi manufaktur terbaru dan solusi pabrik pintar guna meningkatkan daya saing industri.
CEO Fireworks Trade Media Group Kenny Yong mengatakan pameran tersebut menjadi wadah bagi pelaku industri di Batam untuk melihat langsung perkembangan teknologi manufaktur dari berbagai negara, sekaligus menjajaki penerapannya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pabrik.
“Sejumlah negara yang berpartisipasi di antaranya Singapura, Malaysia, Jepang, dan China, dengan menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pabrik elektronik,” ujar dia, Rabu.
Menurut Kenny, pengenalan teknologi terbaru diharapkan membantu perusahaan manufaktur di Batam meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah persaingan industri global yang semakin ketat.
Ia mengatakan, pameran tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan di Batam setelah kegiatan serupa digelar di sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
“Kami memilih Batam karena melihat perkembangan sektor manufaktur yang terus tumbuh dan memiliki potensi besar dalam industri elektronik. Ini pertama kali kami adakan di sini, semoga setiap tahun acara ini terus dilakukan,” ujarnya.
Kenny berharap pameran tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang mempertemukan pelaku industri dengan penyedia teknologi dari berbagai negara. Dengan demikian, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai inovasi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suhar menyambut positif penyelenggaraan pameran tersebut. Menurut dia, kegiatan itu membuka peluang pertukaran informasi, perluasan jaringan bisnis, dan pengenalan teknologi yang dapat mendukung perkembangan industri manufaktur di Batam.
“Kami mendukung acara ini kalau bisa diadakan setiap tahun karena merupakan wadah pertukaran informasi teknologi,” kata Suhar.
Ia menyebut sektor manufaktur menyumbang sekitar 57,8 persen terhadap perekonomian Batam. Selain itu, Batam memiliki sekitar 34 kawasan industri yang menaungi ribuan perusahaan dari berbagai bidang usaha, termasuk elektronik.
Besarnya kontribusi sektor manufaktur tersebut, menurut Suhar, perlu diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan kemampuan industri beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi manufaktur modern dinilai penting untuk memperkuat efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan manufaktur, dan penyedia teknologi diperlukan untuk menjawab tantangan industri ke depan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, pelaku usaha perlu memastikan proses produksi memenuhi tuntutan pasar dan standar persaingan global.
Pemerintah Kota Batam berharap pameran tersebut dapat kembali digelar dengan cakupan peserta yang lebih luas sehingga memperkuat pertukaran teknologi dan kerja sama bisnis lintas negara.
Melalui kegiatan itu, Batam diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur elektronik di Indonesia, sekaligus menarik pemanfaatan teknologi dan investasi baru untuk mendukung pertumbuhan industri daerah.
Penulis : Engesti







