Operasi Migas KKKS di Kepri Berikan Efek Ganda pada Masyarakat

Operasi Migas KKKS di Kepri
Serah terima program pengembangan masyarakat oleh SKK Migas dengan Pemkab Anambas. Foto: Istimewa

Anambas (gokepri.com) – Operasi minyak dan gas (migas) Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kepri memberikan efek ganda kepada masyarakat. Terutama melalui berbagai program pengembangan masyarakat.

Program pengembangan masyarakat (PPM) ini salah satunya dilakukan di Kepulauan Anambas. Hal itu ditandai dengan serah terima program tersebut pada Rabu, 28 Februari 2024. Sejumlah pejabat SKK Migas hadir dalam acara tersebut.

Di antaranya Deputi Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri dan Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peninjauan PPM yang telah dilakukan KKKS di wilayah Kabupaten Anambas.

HBRL

Baca Juga: SKK Migas Genjot Produksi Melalui 5 Sumur Minyak Baru di Kepri

Eko mengatakan SKK Migas terus mendukung KKKS dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas dalam upaya mendapatkan cadangan migas dan memproduksi migas di Indonesia untuk negara.

“Pencapaian hasil lifting migas nasional adalah penopang penting APBN Nasional. Bagi daerah penghasil, Dana Bagi Hasil migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah,” ujarnya.

Sektor hulu migas juga memberikan dampak efek ganda yang lain seperti pajak dan retribusi pusat dan daerah, participating interest, kesempatan lapangan usaha dan kesempatan kerja, Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dan efek lainnya.

Pada kesempatan yang sama SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna Ltd, Harbour Energy Indonesia, Star Energy (Kakap) Ltd, West Natuna Exploration Ltd dan KUFPEC Indonesia (Anambas) B.V juga melakukan serah terima PPM kepada Wakil Bupati Anambas.

PPM tersebut berupa genset, bantuan pemasangan listrik dan revitalisasi penerangan jalan umum tenaga surya.

Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky mengatakan program pengembangan masyarakat harus selaras dengan produksi migas yang dihasilkan.

“Program PPM merupakan salah satu bagian pendukung dari kegiatan hulu migas sebagai komitmen dan tanggung jawab sosial guna turut serta mendukung pencapaian program pembangunan daerah, sehingga tercipta hubungan harmonis dalam kegiatan bisnis dan kegiatan operasi di daerah,” kata dia.

Tidak hanya itu untuk rencana kerja tahun 2024 target lifting di Kepri diharapkan kembali bisa memenuhi target APBN yang ditingkatkan menjadi 17,491 BOPD dan 229 MMSCFD gas.

“Capaian salur gas ini berkontribusi sekitar 7% bagi pencapaian secara nasional”, ujar Rikky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

***

Pos terkait