TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Nelayan di Kepri diimbau pakai baju pelampung dan GPS (global positioning system) saat melaut. Alat navigasi itu dapat menentukan posisi sesuai dengan posisi kapal saat melaut di perairan yang berdekatan dengan negara tetangga.
Imbauan itu disampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Menurutnya, nelayan harus mengutamakan keselamatan saat melaut.
Imbauan ini bukan tanpa sebab. Saat ini gelombang laut mencapai 3 hingga 4 meter di dua perairan di Kepri yakni Natuna dan Kepulauan Anambas.
Gelombang laut yang tinggi di musim angina utara ini diperburuk dengan cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat yang disertai petir.
Selain nelayan yang menggunakan kapal kecil, nelayan yang menggunakan kapal besar di atas 30 GT tetap harus hati-hati.
“ Cuaca buruk, persiapkan baju pelampung dan GPS agar tidak masuk ke perairan negara lain,” ucapnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan gelombang laut di Perairan Lingga dan Karimun juga cukup tinggi saat muncul awan cumulonimbus.
Tinggi gelombang laut di perairan itu dapat mencapai lebih dari dua meter sehingga nelayan harus tetap waspada.
Ia mengimbau nelayan tradisional yang menggunakan kapal dengan kapasitas kecil untuk tidak melaut bila cuaca buruk.
“Saya rasakan sendiri saat menuju ke Lingga dan Karimun dengan menggunakan kapal,” ujarnya.
Selain itu, baju pelampung merupakan syarat yang wajib disediakan nelayan di kapal sebelum berlayar.
Arif mengatakan petugas DKP Kepri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menegur nelayan yang tidak menyiapkan baju pelampung.
Semetnara itu slat GPS, katanya, juga wajib disiapkan nelayan agar tidak tersesat. Sejumlah kasus penangkapan nelayan asal Kepri di Perairan Serawak, Malaysia terjadi pada tahun ini.
Salah satu penyebabnya, nelayan kehilangan arah saat gelombang besar karena tidak membawa GPS.
“Kalau sudah ditangkap Pemerintah Malaysia, urusannya jadi panjang, energi yang dikeluarkan negara juga besar untuk melindungi nelayan tersebut,” kata dia.
Arif meminta para nelayan agar menghindari perairan perbatasan negara lain saat gelombang tinggi dan arus bawah laut kuat.
Baca Juga: Waspada, Gelombang Laut Capai 4 Meter di Salah Satu Perairan Kepri
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati/Antara







