BATAM (gokepri) — Arus penumpang kapal laut di wilayah kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam melonjak selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Rute internasional kembali menjadi penyumbang terbesar, menegaskan Batam sebagai simpul pergerakan lintas negara di penghujung tahun.
Hingga H1+5 atau per 30 Desember 2025, jumlah penumpang rute internasional tercatat mencapai 316.236 orang. Angka ini naik 22 persen dibandingkan periode Angkutan Nataru 2024. Lonjakan paling terasa terjadi pada penumpang berangkat yang tumbuh 30 persen, sementara penumpang datang meningkat 15 persen.
Pergerakan tertinggi tercatat pada rute Singapura dan Malaysia melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay.
Di sisi lain, arus penumpang domestik tumbuh lebih moderat. Selama periode yang sama, total penumpang domestik mencapai 205.487 orang, naik 6,7 persen dibandingkan Nataru 2025. Penumpang berangkat tercatat 107.209 orang atau meningkat 5,3 persen, sedangkan penumpang datang mencapai 98.278 orang, naik 8 persen.
Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan dominasi rute internasional tidak lepas dari waktu penyelenggaraan Nataru yang berdekatan dengan Angkutan Lebaran 2026.
“Banyak masyarakat menunda mudik dan memilih melakukannya saat Lebaran. Karena itu, pergerakan penumpang domestik pada momen Nataru relatif lebih terkendali,” kata Benny dalam keterangan tertulis, Rabu, 31 Desember 2025.
Meski begitu, BP Batam tetap mengantisipasi potensi lonjakan penumpang. Koordinasi dilakukan dengan agen pelayaran untuk penambahan armada kapal, baik domestik maupun internasional, agar layanan tetap terjaga.
BP Batam juga mengoperasikan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di terminal ferry domestik dan internasional. Seluruh sistem CCTV pelabuhan telah terhubung dengan Pusat Informasi Transportasi Kementerian Perhubungan untuk memantau arus penumpang secara real time.
Menurut Benny, puncak pergerakan penumpang terjadi pada 25 Desember 2025 dan diperkirakan kembali meningkat pada 4 Januari 2026. Namun, lonjakan tersebut dinilai masih dapat dikelola.
“Koordinasi lintas instansi, kesiapan armada, dan penerapan e-ticketing membantu memastikan arus penumpang tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan evaluasi akan terus dilakukan hingga periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berakhir. Evaluasi ini sekaligus menjadi pijakan awal menghadapi Angkutan Lebaran 2026.
“Pengalaman selama Nataru ini menjadi dasar untuk memperkuat kesiapan layanan dan infrastruktur ke depan, agar pelayanan kepelabuhanan semakin optimal dan terkendali,” kata Amsakar.
Baca Juga: Libur Panjang Nataru, Pelabuhan ASDP Telaga Punggur Lebih Sepi dari Tahun Lalu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







