Batam (gokepri.com) – Kawasan Nongsa, Kota Batam, terus berbenah menjelang dibukanya kembali kawasan itu bagi kedatangan wisatawan mancanegara pada 21 April 2021. Hotel dan resort sudah mevaksinasi seluruh karyawannya dan memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh area.
Batam View Beach Resort di Jalan Hang Lekir, Nongsa, misalnya, telah siap dengan penerapan protokol kesehatan sejak jauh-jauh hari, mulai awal pandemi. Penerapan protokol kesehatan di resor di ujung timur laut Pulau Batam ini terlihat sejak di pintu masuk, dengan menempatkan petugas khusus untuk mengecek suhu tubuh setiap tamu.
Sarana mencuci tangan, hand sanitizer, dan tanda jaga jarak terdapat di beberapa tempat. Resor mewah dengan 200-an kamar dan 18 villa ini juga telah meraih sertifikat Cleanliness, Hygiene, Sanitation, and Environment (CHSE) dari Pemko Batam maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
General Manager Batam View Beach Resort, Anddy Fong mengatakan, seluruh karyawannya juga telah menjalani vaksinasi. Bahkan dalam vaksinasi tahap pertama pada 20 Maret lalu disaksikan langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno.
“Rencana vaksinasi tahap kedua akan kami lakukan pada 18 April mendatang. Ini sesuai anjuran pemerintah, bahwa jarak vaksinasi pertama dan kedua tidak boleh kurang dari 28 hari,” ujarnya, Rabu (31/3/2021).
Terkait kesiapan menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pada 21 April nanti, Anddy mengaku sangat siap. Saat ini pihaknya tinggal menunggu kepastian dari pemerintah Indonesia dan Singapura mengenai realisasi rencana tersebut.
“Jauh-jauh hari kami sudah siap. Semua sudah kami penuhi, apalagi yang kurang?” ujarnya.
Rencana pembukaan wisatawan mancanegara mulai 21 April diungkapkan Menparekraf Sandiaga dalam kunjungannya ke Batam pada 20 Maret lalu. Kunjungan tersebut juga untuk memastikan kesiapan kawasan wisata Nongsa, Batam dan kawasan wisata Lagoi, Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara.
Di Batam, Menparekraf Sandiaga sekaligus melakukan rapat koordinasi Safe Travel Corridor Arranement (STCA) atau Pengaturan Koridor Perjalanan yang Aman pada dua zona yang akan dibuka, yakni Batam dan Bintan dengan konsep travel bubble.
Sandiaga meminta Pemerintahan Kepri, terutama Kota Batam dan Kabupaten untuk tidak lengah dalam penanganan Covid-19. Sebab, STCA bisa dilakukan apabila angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan, serta semua jalur termonitor dan terevaluasi dengan baik sesuai tahapannya.
Anddy mengatakan, pemerintah tak perlu khawatir dengan kesiapan kawasan Nongsa dalam menyambut pembukaan kedatangan wisatawan mancanegara. Ia mengungkap beberapa tolak ukur sebagai wujud kesiapan tersebut, terutama di Batam View Beach Resort.
Pertama, sudah dimilikinya sertifikat CHSE sebagai bukti bahwa hotel dan resort tersebut telah memenuhi standar protokol kebersihan, kesehatan, sanitasi, dan lingkungan. Sehingga menjamin kesehatan setiap orang yang beraktivitas di lingkungan resor dan mencegah penularan Covid-19.
Kedua, nihilnya kasus positif Covid-19 di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, selama setahun terakhir. Data Satgas Covid-19 Kota Batam per 31 Maret 2021, jumlah kasus Covid-19 yang masih dirawat di Nongsa tinggal 3 orang. Kasus Covid-19 juga terus melandai dan kecamatan ini sudah masuk zona kuning.
Ketiga, selama pandemi, Batam View Beach Resort terus beroperasi, tak pernah shutdown. Seluruh karyawan juga tetap bekerja dan tidak ada pengurangan atau dirumahkan.
Keempat, ada pembatasan aktivitas bagi wisatawan mancanegara yang nantinya menginap di resor tersebut. Yakni hanya bisa beraktivitas di lingkungan resor dan tidak bisa keluar dari kawasan Nongsa.
“Jadi tamu kita tak bisa kemana-mana, lockdown di hotel,” katanya.
Anddy mengakui bahwa hantaman pandemi Covid-19 telah memaksa bisnis perhotelan menerima kenyataan pahit. Sebab perputaran roda ekonomi mereka sangat bergantung pada wisatawan mancanegara.
“Kalau mengandalkan tamu lokal saja tak cukup. Kita sudah coba setahun pandemi, sehari paling tiga sampai lima kamar saja terisi. Mau bertahan sampai kapan? Kita tidak ada pilihan selain membuka pintu masuk untuk wisman (wisatawan mancanegara),” kata Anddy.
Ketergantungan Batam pada Wisman
Merebaknya wabah pandemi Covid-19 dan pelarangan sementara orang asing masuk wilayah Negara Republik Indonesia sejak 2 April 2020 berdampak pada sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang menjadi anjlok. Padahal, Batam termasuk dalam tiga daerah yang menjadi pintu masuk terbesar wisman ke Indonesia bersama Bali dan Jakarta.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat merosotnya tingkat kunjungan wisman tersebut, terutama mulai April 2020. Dimana pada April 2020 tingkat kunjungan wisman hanya 1.133, turun 99,27 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 154.810 kunjungan. Pada Mei 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.798, turun 98,76 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 145.447 kunjungan.
Kemudian pada Juni 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.785, turun 98,98 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 175.001 kunjungan. Pada Juli 2020, tingkat kunjungan wisman hanya 1.754, turun 98,81 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 147.690 kunjungan. Pada Agustus 2020 tercatat kunjungan wisman hanya 1.505, turun 99,18 persen dibanding bulan yang sama tahun 2019 dengan 183.401 orang.
Kunjungan wisman pada Januari 2021 ke Kepri juga merosot hingga 52,03 persen dibandingkan Desember 2020. Pada Januari tercatat sebanyak 260 kunjungan, sedangkan pada Desember 2020 tercatat 542 kunjungan.
“Sementara itu, jika dibandingkan dengan Januari 2020, terjadi penurunan sebesar 99,88 persen,” catat BPS Provinsi Kepri dalam berita resminya.
Penurunan jumlah kunjungan wisman selama Januari 2021 sebagai turunnya jumlah kunjungan wisman yang berasal dari dua pintu masuk utama yang ada di Provinsi Kepri. Yakni Kabupaten Bintan turun 100 persen dan Kota Batam turun sebesar 44,80 persen.
“Sedangkan pintu masuk Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang tidak terdapat kunjungan wisman,” catat BPS Kepri.
Pada Januari 2021, jumlah kunjungan wisman berkebangsaan Filipina ke Provinsi Kepri sebanyak 1 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Desember 2020, kunjungan wisman berkebangsaan Filipina tidak mengalami perubahan jumlah kunjungan.
Selama Januari 2021, hanya wisman berkebangsaan Filipina yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada periode Januari 2021. Wisman berkebangsaan Filipina ini memiliki peran 0,38 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Provinsi Kepri.
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Januari 2021 turun 3,00 poin dibanding TPK Desember 2020 sebesar 27,41 persen. Jika dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya dengan 46,49 persen, TPK hotel berbintang di Kepri turun sebesar 22,08 poin.
“Pada bulan Januari 2021, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepri lebih rendah 5,94 poin dibanding dengan TPK hotel berbintang secara nasional,” catat BPS.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansur mengakui babak belurnya sektor perhotelan di Batam. Ada sekitar 70-an hotel yang berhimpun di PHRI Batam dan semuanya merasakan kondisi pahit akibat pandemi.
“Sampai saat ini tingkat hunian (TPK) masih minim, sekitar 10 persen. Kami hanya mengadalkan kunjungan dari tamu lokal Batam yang jumlahnya tak seberapa,” katanya. (wan)








