Batam (gokepri.com) – Sejumlah warga RT 10 RW 15 Kavling Kamboja, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung mengadu ke Komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (7/10/2020). Mereka meminta DPRD Batam merekomendasikan pembongkaran tower Telkomsel jenis monopole yang dibangun di pemukiman warga.
Keberadaan tower Telkomsel itu dinilai sangat meresahkan warga. Sebab jarak tower sangat dekat dengan rumah warga. Sewaktu ada angin kencang warga terpaksa keluar rumah, takut tower tumbang dan menimpa rumah mereka, baik itu siang maupun malam hari.
“Saat minta persetujuan warga untuk pembangunan tower itu, janjinya tinggi tower tak sampai 30 meter. Setelah berdiri, ternyata tak sesuai,” keluh seorang warga, Pospita Mini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi I DPRD Batam.
RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto dan dihadiri sejumlah anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam. Hadir juga Dinas Penanaman Modal PTSP Kota Batam, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, perwakilan Telkomsel Batam, Camat Sagulung, Lurah Pelunggut, Ketua RT 05, dan beberapa perwakikan warga Pelunggut.
Menurut Pospita, saat ini warga yang rumahnya dekat dengan tower tersebut makin tidak nyaman. “Apabila datang angin kencang, tower tersebut seperti mau tumbang, sehingga warga terpaksa keluar rumah,” ujarnya.
Warga lainnya, Rimau Rajagukguk juga mengaku terganggu dengan keberadaan tower tersebut. Ia minta tower tersebut segera dibongkar dan dipindahkan.
“Sekarang ini nyawa kami terancam, rumah saya sudah rusak akibat pembangunan tower tersebut. Makanya kami minta tower tersebut segera dibongkar. Apabila tidak, maka jangan salahkan kami yang akan bertindak sendiri,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Asriani dalam RDP tersebut. Jarak tower itu dengan rumahnya hanya sekitar 5 meter saja.
“Posisinya bangunan tower itu pas dibelakang rumah saya Pak. Tanah disitu adalah tanah timbunan, jadi kalau tower itu tumbang dan pondasinya terbongkar maka rumah saya juga yang bakal terangkat dan hancur. Tower itu baru dibangun beberapa bulan lalu,” tuturnya. (wan)









