Batam (gokepri.com) – Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji menilai trotoar yang ada di Kota Batam belum ramah bagi warga penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Kota Batam, Adje Hardiansyah pada agenda refleksi dua periode Wali Kota Batam yang di gelar di Aula Pemko, Ahad (24/10).
Menurut dia, trotoar yang ada di kota Batam saat ini memprihatinkan sebab di beberapa titik trotoar di kota Batam justru digunakan sebagai tempat berjualan dan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
|Baca Juga: Penyandang Disabilitas di Kepri Kesulitan Dapat Kerja
“Seperti di daerah Tiban selain kami pejalan kaki terpaksa harus memutar untuk menghindari yang berjualan di situ. Kami saja merasa terganggu apa lagi penyandang disabilitas,” katanya.
Adjie mengatakan, seharusnya pemerintah lebih memerhatikan askes publik terutama bagi mereka yang berkebutuhan khusus.
“Pemerintah harus memperhatikan detail kecil terutama bagi mereka yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Selain itu pihaknya juga menilai, bahwa kota Batam juga merupakan kota yang tidak ramah anak karena fasilitas taman bermain yang ala kadarnya serta kasus kekerasan terhadap anak yang meningkat.
“Fasilitas anak seadanya, kasus kekerasan meningkat, seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad mengatakan, akan berupaya agar pembangunan di Kota Batam ramah bagi setiap kalangan. Dia menambahkan saat ini Batam sudah baik dalam urusan pembangunan hanya saja detail kecil yang perlu perhatian.
“Batam merupakan Kota yang dinobatkan sebagai Kota layak anak di Indonesia dan kita mendapatkan penghargaan sebagai kota madya tiga kali berturut-turut. Jadi itu relatif tak terbantahkan. Masih banyak yang mau dibangun,” kata Amsakar. (Engesti)
|Baca Juga: Warga Doyan Gowes, Pemko Batam Bangun Jalur Khusus Sepeda









