Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Jembatan Barelang

Kasus bunuh diri jembatan barelang
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban di perairan sekitar Jembatan 5 Barelang, Batam, Rabu (25/3/2026). Foto: Basarnas

Kasus meningkat sejak 2024. Aparat memperketat pengawasan di jembatan ikon Batam.

BATAM (gokepri) – Langkah seorang perempuan muda terhenti di depan Pos Pengamanan Jembatan 1 Barelang, Kamis malam pekan lalu. Ia berangkat dari Bengkong, menuju jembatan yang dalam dua tahun terakhir makin sering dikaitkan dengan percobaan bunuh diri. Berkat kepekaan seorang ojek online, perempuan itu berhasil diselamatkan. Petugas menggagalkan sebelum ia mencapai ujung jembatan.

Perempuan berinisial C (21) itu berangkat sekitar pukul 19.30. menggunakan ojek daring. Di tengah perjalanan, pengemudi mencurigai kondisinya setelah mendengar percakapan telepon disertai tangisan dan permintaan agar tidak dicari. Ia kemudian mengalihkan rute menuju Pos Pam 909 K Square.

HBRL

Baca Juga: Tiga Hari Pencarian, Nusyirwan Ditemukan Tak Bernyawa di Jembatan 5 Barelang

Informasi itu diteruskan ke Pos Pam Jembatan 1 Barelang. Sekitar pukul 20.22, petugas menghentikan kendaraan yang membawa C saat melintas. Aparat kemudian mengamankan korban dan mencoba menenangkannya.

Kepala Pos Pam Jembatan 1 Barelang, Anwar Aris, mengatakan korban sempat bersikeras melanjutkan perjalanan. “Ketika kami tanya katanya putus cinta,” kata Anwar. Petugas terus memberi imbauan hingga korban akhirnya bersedia kembali. Ia kemudian diserahkan kepada rekan-rekannya untuk dibawa pulang ke keluarga di Bengkong Sadai.

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus di kawasan Jembatan Barelang. Berdasarkan catatan gokepri, data Badan SAR Nasional (Basarnas) Batam menunjukkan lonjakan sejak 2024.

Pada periode 2021 hingga 2023, tidak banyak laporan kasus yang tercatat secara terbuka. Situasi berubah pada 2024. Basarnas mencatat lima upaya bunuh diri hingga Juli tahun itu. Empat berakhir dengan korban meninggal, satu orang selamat.

Rinciannya tersebar di beberapa titik jembatan. Pada 12 Mei 2024, seorang pria berusia 20 tahun melompat dari Jembatan 1 dan ditemukan meninggal di perairan Belakang Padang. Tiga hari kemudian, seorang pria 35 tahun melompat dari Jembatan IV dan ditemukan tewas. Akhir Juni, dua kejadian terjadi dalam satu hari di Jembatan I—satu korban meninggal, satu lainnya selamat setelah tim SAR turun. Pada 13 Juli, seorang pemuda 23 tahun ditemukan tewas setelah melompat dari Jembatan V.

Sepanjang 2024, total kasus bunuh diri di Batam mencapai 11 kejadian. Empat di antaranya terjadi di Barelang.

Tren berlanjut pada 2025. Basarnas mencatat empat kejadian, dengan satu upaya berhasil dicegah. Sementara data komunitas sosial di Batam mencatat sekitar 11 percobaan bunuh diri di Barelang sejak 2024 hingga Oktober 2025. Delapan korban meninggal, tiga lainnya selamat.

Memasuki 2026, hingga Maret, setidaknya tiga hingga empat kejadian tercatat. Pada 13 Januari, seorang pria 25 tahun melompat dari Jembatan 1 dan berhasil diselamatkan nelayan. Pada 18 Februari, seorang pria 24 tahun melompat dari Jembatan 3; jasadnya ditemukan empat hari kemudian oleh tim SAR gabungan. Pada 23 Maret, seorang warga Karimun melompat dari Jembatan 5 dan ditemukan dua hari kemudian setelah pencarian. Kasus terbaru adalah C (21), yang dicegah aparat sebelum mencapai lokasi.

Aparat kepolisian dan pengamanan kawasan mencatat sebagian besar kasus berkaitan dengan persoalan pribadi. Faktor yang sering muncul antara lain masalah hubungan, tekanan ekonomi, dan kondisi kesehatan mental.

Pengawasan di kawasan jembatan ditingkatkan sejak lonjakan kasus terjadi. Pos pengamanan disiagakan di titik-titik akses utama. Patroli rutin juga diperbanyak, terutama pada malam hari. Namun, sejumlah fasilitas pemantauan seperti kamera pengawas di beberapa titik dilaporkan belum berfungsi optimal.

Di sisi lain, sejumlah lembaga dan komunitas mulai membuka layanan pendampingan. Salah satunya layanan konseling Unrika yang tersedia selama 24 jam di Batam.

*Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi Anda melakukan tindakan serupa. Jika mengalami depresi atau bermasalah dengan kesehatan jiwa, segera hubungi psikolog atau layanan kesehatan mental terdekat.

Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat mengakses layanan dari Kementerian Kesehatan lewat nomor 119 ext 8. Anda juga dapat menghubungi layanan 24 jam BISA Helpline melalui nomor WhatsApp 08113855472. 

Baca Juga: Banyak Kasus Bunuh Diri di Jembatan Barelang, Rudi: Tingkatkan Iman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti Fedro
Editor: Candra Gunawan

Pos terkait