Limbah Minyak Hitam Resahkan Nelayan Batam

Perairan Tanjunguncang
Limbah bahan berbahaya dan beracun berupa minyak berwarna hitam mencemari pantai di Tanjunguncang, Kota Batam. Foto: gokepri/Engesti

BATAM (gokepri.com) – Di Tanjunguncang, Kota Batam, limbah bahan berbahaya dan beracun berupa minyak berwarna hitam mencemari pantai. Mengganggu aktivitas nelayan.

Pada 30 November 2022, sejumlah nelayan mengumpulkan gumpalan minyak hitam sebesar kepalan orang dewasa di sepanjang pantai Tanjunguncang. Bentuknya kental dan menempel di bakau. Lokasi temuan minyak hitam ini banyak ditemukan di kawasan industri galangan kapal di Tanjunguncang. Warga menduga minyak hitam itu berasal dari galangan kapal yang tak jauh dari lokasi, antara lain PT Pax Ocean dan PT DOK Warisan Pertama.

Efek limbah minyak hitam tersebut sudah tersebar sampai ke pulau-pulau sekitarnya, mulai dari Pulau Lima, Tanjung kubu, Pulau buluh dan Pulau Belakangpadang. Limbah tersebut merusak ekosistem laut karena cukup kental dan tebal. Mangrove dan terumbu karang di sekitar pantai pun rusak. Nelayan di sekitar resah karena sekarang susah mendapatkan ikan. Keramba nelayan pun rusak, ikan-ikan pada mati. “Karang, mangrove semua rusak, nelayan sulit cari ikan,” kata Mohammad Safet (45) warga pulau Buluh, Kamis 1 Desember 2022.

HBRL

Limbah minyak Batam

Baca Juga: Setiap Tahun Limbah Minyak Hitam Cemari Laut Batam

Ia meminta pihak terkait melakukan upaya pembersihan minyak tersebut. Sebab efektif limbah minyak hitam sangat merugikan masyarakat sekitar. “Pendapatan nelayan pun jadi berkurang juga kalau begini. Ini ketebalannya sampai 15 centimeter . Nempel di speed (perahu), kena kulit susah dibersihkan,” kata dia.

Ia menjelaskan kejadian seperti ini bukan yang pertama terjadi di perairan Tanjungnncang. Safet bilang, setiap tahun limbah minyak hitam sering dibuang di perairan ini. “Pengawasan dari pemerintah dan pihak keamanan tak pernah rutin. Masyarakat yang terkena imbasnya,” kata dia.

Ia berharap pemerintah terkait mulai menyiapkan langkah antisipasi buat mencegah adanya limbah minyak hitam di daerah pesisir Batam. “Kami sudah laporkan semoga ada kabar baik,” kata dia.

Limbah minyak Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait