Liga 1 Indonesia Songsong Era VAR

VAR Indonesia
Wasit asal Belanda, Bjorn Kuipers (kanan), meninjau rekaman video dari VAR (wasit peninjau video) yang berujung penalti Spanyol pada laga versus Slowakia di penyisihan grup Piala Eropa 2020 di Sevilla, Spanyol. Foto: Javier Soriani/AFP

Batam (gokepri) – Diskusi mengenai penerapan Video Assistant Referee (VAR) atau teknologi asisten wasit berbasis video semakin ramai di kalangan pelatih dan pengurus klub sepak bola di Indonesia. Pelatih Kepala Bali United, Stefano Cugurra, atau yang akrab disapa Coach Teco, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya melakukan kajian lapangan sebelum menerapkan VAR dalam pertandingan Liga 1 Indonesia.

“Saya pikir perlu waktu untuk belajar dan melakukan kajian dengan menguji sistem ini di lapangan,” kata Coach Teco di Gianyar, Bali, pada Selasa, 20 Juni.

Ia menyebut beberapa negara telah berhasil menerapkan VAR dengan baik, namun ada juga yang mengalami kendala yang berdampak negatif pada pertandingan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk wasit membuat keputusan menggunakan VAR, yang kadang-kadang mencapai delapan hingga sembilan menit.

HBRL

Namun, Coach Teco tidak memberikan detail mengenai pengalaman negara-negara yang sudah menerapkan VAR, baik yang sukses maupun yang menghadapi kendala.

Ia berharap ada komunikasi yang baik antara wasit di lapangan dan wasit yang berada di VAR agar pertandingan tetap berjalan lancar. “Mudah-mudahan wasit VAR dan wasit di lapangan juga dapat berkomunikasi dengan baik sehingga keputusan dapat cepat diambil dalam pertandingan,” tambah Coach Teco.

Ia berharap setelah melalui evaluasi dan kajian yang cermat, sistem VAR akan menjadi alat yang berguna dan bermanfaat untuk kemajuan sepak bola di Indonesia.

Rencananya, penggunaan VAR dalam Liga 1 2023/2024 akan menggunakan pendekatan desentralisasi, sistem VAR akan dipasang di stadion tempat pertandingan berlangsung, bukan di pusat di Jakarta. Jika stadion tidak memiliki ruangan khusus untuk VAR, maka VAR keliling dalam kontainer akan disiapkan untuk mendukung implementasi VAR tersebut.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno, menyatakan komitmennya untuk mempercepat penggunaan VAR dalam kompetisi.

“Kami sangat fokus mempersiapkan penggunaan VAR dari federasi dan LIB, ini sedang berlangsung dengan intensitas tinggi,” ujarnya saat pertandingan pertama antara Bali United dan PSM Makassar di Stadion Dipta, Gianyar, Bali pada tanggal 6 Juni.

Sudjarno menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyesuaikan target penggunaan teknologi pada putaran kedua musim kompetisi, yakni pada tahun 2024. Tujuan penggunaan teknologi ini adalah agar sepak bola Indonesia tidak tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.

Saat ini, LIB sedang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan infrastruktur yang diperlukan untuk implementasi VAR, termasuk alokasi anggaran yang signifikan, diperkirakan mencapai hampir Rp100 miliar.

Implementasi VAR diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan keadilan pertandingan dalam Liga 1 Indonesia, meskipun tantangan teknis dan finansial yang harus diatasi sebelum sistem ini dapat sepenuhnya diterapkan.

Dengan kajian dan persiapan yang matang, diharapkan VAR dapat menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola Tanah Air, memberikan manfaat yang jelas bagi klub, pemain, dan penggemar sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Vespa GTS Hadirkan 3 Varian, Harganya Mencapai Rp163 Juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait