Karimun (gokepri.com) – Aksi balapan yang dilakukan dua nakhoda kapal cepat (speedboat) dari Pelabuhan Sri Tanjung Gelam ke Selat Beliah yakni SB Karunia Jaya dan SB Satria mendapat respons dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Karimun.
KSOP Karimun memanggil dua nakhoda kapal cepat dengan trayek antar pulau di Karimun itu untuk dimintai keterangan.
“Kedua nakhoda kapal, SB Satria dan SB Karunia Jaya telah kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Kepala Pos Pelabuhan Sri Tanjung Gelap KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Achmad Zaliansyah, Kamis, 18 Januari 2024.
Kata Achmad, kedua nakhoda membantah telah melakukan aksi balapan, hanya berbarengan datang menuju Selat Beliah di saat waktu yang hampir barsamaan.
“SB Satria kalau berangkat haluannya ke SPBU arah barat, sementara SB Karunia Jaya haluan mengarah ke Pulau Tulang,” jelas Achmad.
Nah, begitu hampir mendekati Selat Beliah haluan kedua speedboat makin mengerucut dan bertemu di perairan sebelum Selat Beliah hingga terkesan seperti aksi balapan.
“Kenapa dua kapal itu bisa bertemu di perairan menjelang Selat Beliah? karena jarak waktu keberangkatan dua kapal sangat berdekatan,” tuturnya.
Achmad menyebut, aksi balapan yang dilakukan dua kapal cepat tersebut dua hari lalu sebenarnya bukan yang pertama terjadi. Aksi serupa bahkan sudah dilakukan beberapa waktu sebelumnya.
“Kejadian ini sudah berulang dua kali dengan nakhoda yang berbeda. Kalau dulu mereka memang balapan, bahkan penumpang kapal pun sampai ketakutan, tapi kalau yang kemaren itu tidak,” ungkapnya.
Kendati begitu, Achmad tetap tidak mentolerir apa yang telah dilakukan dua speedboat tersebut di laut, karena jelas telah mengabaikan keselamatan penumpang.
“Keselamatan penumpang kapal adalah yang utama dalam pelayaran. Tidak ada tawar menawar,” tegas Achmad.
Belum ada sanksi bagi kedua nakhoda, aksi balapan yang dilakukan dua kapal cepat, SB Satria dan SB Karunia Jaya itu berakhir dengan jalan damai.
Penulis: Ilfitra









