Kominfo Batam Catat 18 Titik Blank Spot di Hinterland, Faktor Geografis Jadi Tantangan Sinyal

Pemko Batam WFH
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam mencatat sebanyak 18 titik blank spot atau wilayah dengan keterbatasan akses sinyal telekomunikasi, yang mayoritas berada di kawasan hinterland atau pulau-pulau penyangga.

Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan, berdasarkan laporan terakhir dari operator telekomunikasi, sembilan kecamatan di wilayah mainland atau pulau utama Batam telah terjangkau jaringan 5G.

“Kalau ada situasi blank spot sekarang, itu memang perlu kita cari sumber permasalahannya apa,” kata Rudi, belum lama ini.

Ia menjelaskan, dari 18 titik blank spot yang terdata, enam titik berada di Kecamatan Galang, empat titik di Kecamatan Bulang, sedangkan sisanya berada di Kecamatan Belakang Padang.

Menurut Rudi, persoalan keterbatasan sinyal di wilayah hinterland tidak selalu disebabkan oleh kerusakan jaringan. Salah satu faktor yang memengaruhi ialah cakupan layanan atau coverage area yang belum sebanding dengan jumlah pengguna di wilayah tersebut.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, diperlukan penguatan infrastruktur telekomunikasi, baik melalui perangkat penguat sinyal pada jaringan operator maupun optimalisasi menara telekomunikasi yang tersedia di kawasan hinterland.

“Sehingga situasinya harus diantisipasi dengan alat penguat sinyal yang ditanam di masing-masing provider ataupun menara yang ada di hinterland itu,” ujarnya.

Rudi juga menjelaskan, kondisi blank spot yang dilaporkan setelah kejadian gangguan listrik atau blackout sebelumnya perlu ditelusuri lebih lanjut. Gangguan tersebut berpotensi memengaruhi keterbacaan cakupan jaringan oleh sistem, sehingga kondisi yang terpantau belum tentu menunjukkan adanya kerusakan jaringan telekomunikasi.

Ia menambahkan, faktor geografis juga dapat memengaruhi kualitas penerimaan sinyal di sejumlah lokasi. Bentang alam, perbukitan, serta hambatan fisik lainnya berpotensi menyebabkan sinyal melemah atau terputus meskipun wilayah tersebut telah masuk dalam cakupan layanan operator.

“Jadi bukan alatnya atau coverage-nya yang tidak tersedia, tetapi bisa karena gangguan tekstur ataupun kondisi alam yang ada membentang di sana,” kata Rudi.

Ads bp batam 2026 baru

Kominfo Batam akan terus menelusuri penyebab keterbatasan sinyal di titik-titik tersebut agar penanganannya dapat dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan, termasuk melalui koordinasi dengan operator telekomunikasi dan penguatan infrastruktur jaringan di kawasan hinterland. *

Penulis: Engesti

Pos terkait