BATAM (gokepri) – Air laut di Kepulauan Riau diperkirakan naik lebih tinggi dari biasanya dalam dua pekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir atau rob pada 2–14 September 2025.
Fenomena ini dipicu dua peristiwa astronomi yang berdekatan: fase bulan purnama pada 7 September dan perigee, atau jarak terdekat bulan ke bumi, pada 10 September. Kombinasi keduanya meningkatkan peluang pasang maksimum di sejumlah pesisir Kepri.
Data pemantauan water level dan prediksi pasang surut menunjukkan beberapa daerah berisiko tinggi terdampak. Di Batam, kawasan rawan meliputi Batu Aji, Batu Ampar, Sekupang, dan Nongsa. Di Lingga, banjir rob diperkirakan menerpa pesisir Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang. Karimun menghadapi risiko di Kundur Barat, Karimun, dan Meral. Wilayah pesisir Bintan, Tanjungpinang, hingga Natuna juga termasuk kategori siaga.
“Warga pesisir diharapkan tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi,” kata BMKG Kepri dalam keterangan resmi.
Banjir pesisir berpotensi mengganggu pemukiman penduduk, tambak garam, dan perikanan darat. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan juga berisiko terganggu karena naiknya permukaan laut. BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi terkini melalui kanal resmi agar dapat menyesuaikan aktivitas harian, terutama di kawasan rawan.
Baca Juga: Batam Diguyur Hujan Deras, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








