Jakarta (gokepri) – Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengaku momen pemilu turut mengerek penjualan sejumlah produk.
Presiden Direktur UNVR Ira Noviarti mengatakan berdasarkan data dari pemilu sebelumnya, bisnis konsumer mendapatkan angin segar. “Bisa dibilang ada positive influence untuk konsumsi produk,” ujar Ira, dikutip Kamis (26/10).
“Contohnya, es krim, karena banyak kampanye sehingga banyak kerumunan, sehingga mereka perlu es krim, makan hingga minum,” sambungnya. Kerumunan juga membuat tempat makan menjadi lebih ramai. Secara tidak langsung, permintaan untuk produk seperti Royco dan Kecap Bango meningkat.
Baca Juga: Inilah Daftar CEO yang Hadir di B20 Summit Bali: Elon Musk hingga Bos Petronas
Sebaliknya, permintaan produk yang biasa digunakan di dalam rumah, seperti sabun cuci, pasta gigi dan lainnya tidak banyak berubah. Namun, tidak adanya perubahan ini karena produk tersebut sifatnya sudah rutin digunakan.
“Produk in home, seperti pasta gigi, enggak akan berubah sikat gigi jadi tiga kali sehari. Sun screen mungkin lumayan menarik, tapi aktivitas mencuci juga tidak mungkin jadi lebih banyak,” terang Ira.
Kinerja Keuangan
UNVR masih mengakumulasi penurunan kinerja keuangan, meski performa secara kuartalan meningkat. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Rabu (25/10/2023), pendapatan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tercatat Rp30,51 triliun. Perolehan ini turun 3,28% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp31,54 miliar.
UNVR mampu menekan beban pokok hingga 8,21% secara tahunan menjadi Rp15,23 triliun. Alhasil, laba kotor terkerek 2,19% menjadi Rp15,27 triliun.
Namun, beban pemasaran dan penjualan naik 6,5% menjadi Rp6,83 triliun. Sedang beban umum naik 18,72% menjadi Rp2,99 triliun.
Imbasnya, laba usaha turun 9,37% menjadi Rp5,45 triliun. Penurunan ini juga yang memicu tergerusnya laba bersih UNVR sebesar 9,15% secara tahunan menjadi Rp4,19 triliun.
Sementara untuk kinerja keuangan per kuartal III-2023, UNVR mencatat penjualan bersih sebesar Rp10,2 triliun, dengan pertumbuhan penjualan domestik sebesar 3,3% dan volume domestik tumbuh sebesar 4,3%dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.
Margin kotor pada kuartal ini meningkat 483 basis poin (bps) dibandingkan kuartal III-2022. Selain itu, perseroan juga melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,0% secara tahunan menjadi Rp1,4 triliun.
“Kami berhasil meningkatkan volume share dalam tiga kuartal terakhir. Perseroan tetap berkomitmen penuh untuk menjalankan sejumlah prioritas strategis untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelas Ira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Bloomberg








