Kepri Mencari Mesin Pertumbuhan Baru di Luar Batam

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan arah pemerataan investasi Kepri ke berbagai kabupaten dan kota.
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama para petani memanen jagung pipil di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Kamis (20/8/2026). ANTARA/Ogen

TANJUNGPINANG (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai menggeser fokus pengembangan investasi ke daerah-daerah yang selama ini belum menjadi pusat pertumbuhan, terutama Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga.

Kebijakan itu ditempuh karena investasi Kepri masih terkonsentrasi di Batam, Bintan, dan Karimun. Pemerintah kini memetakan potensi setiap kabupaten/kota agar investasi tidak hanya menambah pertumbuhan ekonomi di kawasan yang sudah maju, tetapi juga membuka lapangan kerja di daerah lain.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan pemerintah pusat dan daerah telah menyusun arah pengembangan investasi berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah. “Selama ini, pertumbuhan investasi masih terpusat di Batam, Bintan dan Karimun,” kata Nyanyang di Tanjungpinang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Baca Juga: Investasi Rp38,97 Triliun Masuk Batam, BP Batam Kejar Industri Bernilai Tambah

Pemerataan tersebut tidak berarti seluruh daerah akan diarahkan ke sektor investasi yang sama. Pemerintah menyesuaikan pengembangannya dengan sumber daya dan potensi ekonomi yang tersedia di tiap wilayah.

Di Natuna dan Kepulauan Anambas, misalnya, investasi akan diarahkan terutama ke sektor minyak dan gas serta kelautan. Penguatan sektor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, Lingga diarahkan untuk mengembangkan investasi hilirisasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor pertanian dan pasir silika.

“Untuk PSN di Lingga sedang berproses dan beberapa investor tengah menyelesaikan perizinan,” ujar Nyanyang.

Menurut dia, percepatan proyek tersebut penting karena investasi berskala besar di Lingga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Bp batam banner link sep 2027

Dorongan pemerataan investasi menjadi semakin penting karena pemerintah pusat menetapkan target investasi Kepri pada 2026 sebesar Rp86 triliun, naik dari target Rp57 triliun pada 2025.

Nyanyang mengatakan kenaikan target itu tidak terlepas dari capaian investasi Kepri pada 2025 yang disebut mencapai Rp78 triliun dan melampaui target sebelumnya.

Untuk mengejar target 2026, Pemprov Kepri tidak hanya mengandalkan masuknya investor baru. Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan kawasan industri yang sudah berjalan serta mempercepat proyek strategis yang dinilai mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru.

Sejumlah proyek yang menjadi perhatian antara lain pengembangan kawasan ekonomi baru yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam, rencana pembangunan industri petrokimia di Bintan, serta pengaktifan Pulau Numbing di Bintan sebagai pusat pengembangan ekonomi nasional baru.

Namun, penyebaran investasi tersebut masih menghadapi persoalan yang selama ini kerap menghambat realisasi proyek, terutama terkait lahan dan perizinan.

“Koordinasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, dan instansi terkait harus diperkuat untuk mempercepat penyelesaian masalah lahan dan perizinan,” kata Nyanyang.

Pemerintah berharap penyelesaian hambatan tersebut dapat membuat target investasi tidak berhenti sebagai angka, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan ekonomi dan lapangan kerja di berbagai wilayah Kepri. ANTARA

Baca Juga: Investasi Batam Melaju, Lapangan Kerja Bertambah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait