Kemenparekraf Petakan Potensi Kemitraan Industri Pariwisata dan Ekraf di Batam

industri pariwisata ekraf batam
Kemenparekraf menggelar diskusi untuk memetakan potensi kemitraan industri pariwisata dan ekraf di Batam, Kamis 2 Maret 2023. Foto: Disbudpar Batam.

BATAM (gokepri.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan pemetaan potensi kemitraan industri pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di Batam.

Kegiatan itu dilakukan dengan menggelar diskusi kelompok yang mengundang sejumlah asosiasi, komunitas dan pelaku usaha pada industri pariwisata dan ekraf di Hotel Santika, Batam Center, Kamis 2 Maret 2023.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf, Syaifullah dalam sambutannya menyampaikan program Rantai Pasok merupakan program prioritas nasional.

HBRL

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi pada masing-masing daerah, sehingga dalam program Pengutan Rantai Pasok, industri didorong untuk menggunakan produk lokal, guna penguatan ekonomi di daerah tersebut.

Syaifullah mengatakan Kemenparekraf akan memfasilitasi para UMKM sektor pariwisata dan ekraf untuk menjalin kemitraan secara B2B melalui rangkaian kegiatan temu bisnis.

“Setelah kegiatan pemetaan ini, kami akan melakukan kegiatan temu bisnis antara UMKM di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pelaku usaha besar,” ujar Syaifullah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata menghadiri kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Pemetaan Potensi Kemitraan Industri Pariwisata dan Ekraf tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf menggelar kegiatan ini di Kota Batam.

“Semangat saya seperti ini, seperti tiga tahun lalu banyak kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menandakan pariwisata khususnya Batam bangkit,” katanya.

Bangkitnya pariwisata di Batam ini kata Ardi ditandai dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam yang terus meningkat.

Tercatat, sepanjang tahun 2022 ada 565.936 kunjungan. Pada Bulan Desember 2022 tercatat, 145.018 kunjungan. Untuk target 2023 ini 1,5 juta kunjungan.

“Kalau 150.000 setiap bulan, 2 juta wisman bisa kita raih lagi,” ucapnya.

Ia menyebutkan 17 subsektor yakni kuliner, fesyen, kria, arsitektur, desain produk, desain interior, musik, seni rupa, periklanan, penerbitan, film animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, aplikasi, pengembang permainan, TV dan Radio.

Disbudpar Batam kata Ardi sedang mendata pelaku ekraf, untuk saat ini tercatat 679 pelaku ekraf, data tersebut akan terus meningkat.

“Inilah yang menjadi fokus pelaku ekraf apakah ingin kuliner, film, fesyen. Apabila  wisman ke Batam mereka membutuhkan oleh-oleh souvenir mereka mau makan tidur jadi begitu banyak kebutuhan wisatawan,” ujarnya.

Ardi juga berharap hotel-hotel di Batam dapat menyajikan menu yang mengangkat kearifan lokal.

“Di hotel-hotel bukan menu western food saja saya pengen ada menu lendot asam pedas dan lain-lain,” kata Ardi.

Baca Juga: Sandiaga Dorong Batik Batam Masuk Program Kemenparekraf

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait