Kemenhaj Batam Gelar Rakor dengan Pimpinan KBIHU se-Kota Batam

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi (tengah) foto bersama dengan pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kota Batam. (istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kota Batam. Rapat ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan sinergi antara Kemenhaj dan KBIHU dalam peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan jamaah haji. Senin (5/1/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh Pimpinan KBIHU Al Anshor KH. Suudi, Pimpinan KBIHU Baitul Arafah H. Iqbal Iskandar Muda, serta perwakilan KBIHU Sepanjang Hayat Ustadz Eko Prasitiyono.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah agenda penting, diantaranya peran strategis KBIHU dalam pembinaan jamaah, regulasi baru di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah, serta penyusunan silabus dan materi bimbingan manasik haji yang selaras dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, menekankan bahwa bimbingan manasik haji yang diberikan kepada jamaah tidak hanya berfokus pada aspek ritual semata. Menurutnya, jamaah juga harus dibekali pemahaman spiritual, nilai hikmah, serta dimensi tasawuf agar pelaksanaan ibadah haji lebih bermakna dan memberikan dampak positif bagi kehidupan jamaah sepulang dari Tanah Suci.

“Manasik haji tidak cukup hanya mengajarkan tata cara ritual. Jamaah harus mendapatkan penguatan spiritual, memahami hikmah ibadah, serta nilai-nilai tasawuf agar haji yang dilaksanakan benar-benar mabrur,” ucap Syahbudi.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa KBIHU diperkenankan untuk mendampingi jamaah hingga ke Tanah Suci, dengan ketentuan jumlah jamaah binaan minimal sebanyak 151 orang, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama antara Kemenhaj dan KBIHU dalam meningkatkan kualitas pembinaan jamaah haji Kota Batam, sehingga penyelenggaraan ibadah haji ke depan dapat berjalan lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan jamaah. (fhy/r)

Pos terkait