Kecelakaan Kerja di Batam Meningkat, Setiap Bulan Ada 369 Kasus

Harga LNG
Pekerja memindahkan tangki LNG di sebuah pabrik di Xian, Provinsi Shaanxi, China, pada 2019 lalu. (foto: Reuters)

Batam (gokepri.com) – Angka kecelakaan kerja di Batam mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga September 2021. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hal itu berdasarkan data atau jumlah klaim yang dicarikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Cabang Batam Nagoya.

Kepala BPJamsostek Batam Nagoya, Sony Suharsono mengatakan sepanjang tahun 2020 lalu pihaknya mencatat ada 3.190 kasus. Sedangkan tahun ini periode Januari hingga September tercatat sudah ada 3.322 kasus.

“Artinya terjadi peningkatan,karena data ini masih sampai September,” kata Sony, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya jika dirata-ratakan setiap bulan jumlah kecelakaan kerja di Batam ada 369 kasus. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama baik itu pemerintah ataupun juga para pelaku usaha.

“Dari total jumlah kasus yang ada, kami tahun ini sudah mencairkan klaim senilai Rp25,1 miliar,” ujarnya.

Sony mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui pasti penyebab meningkatnya angka kecelakaan kerja di Batam. Tapi sebagian besar kecelakaan kerja tersebut terjadi di lingkungan tempat kerja.

Pihaknya mengaku juga terus mendorong bagi perusahaan-perusahaan yang belum patuh untuk mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJamsostek supaya dapat segera mendaftar.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk melindurngi pekerja di Batam,” katanya. (ard)

| Baca Juga : 6.357 Pegawai Non ASN Pemko Batam Kini Dapat Perlindungan BPJamsostek

BAGIKAN