Kasus Bunuh Diri Terjadi Lagi di Jembatan Barelang

kasus bunuh diri di jembatan barelang
Basarnas mengevakuasi jenazah pemuda yang melompat dari Jembatan Barelang, 1 Juli. Foto: Basarnas Tanjungpinang

BATAM (gokepri) – Kasus bunuh diri di Batam terjadi lagi di Jembatan Barelang. Kasus ketujuh dalam lima tahun terakhir di lokasi yang sama.

Seorang pemuda berinsial Y ditemukan meninggal dunia usai melompat dari Jembatan Barelang 1 pada Minggu (30/6) dini hari. “Korban ditemukan pada pukul 16.20 WIB oleh Tim SAR Gabungan di perairan sekitar Pulau Akah, berjarak sekitar 1,6 mil dari Jembatan Barelang 1,” ungkap Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, Senin 1 Juli.

Baca:

HBRL

Jenazah Y kemudian dievakuasi ke RS. Bhayangkara Polda Kepri. Pada Minggu (30/6) pukul 07.00 WIB, Pos SAR Batam menerima laporan bahwa seorang pemuda telah melompat dari Jembatan 1 Barelang. Koordinasi dengan pihak terkait mengungkap kejadian tersebut terjadi pada Minggu dini hari, kurang lebih pukul 01.30 WIB.

Saksi mata menuturkan bahwa Y terlihat menunjukkan gelagat yang tidak biasa sebelum melompat.

“Menurut keterangan saksi, korban saat itu duduk sendirian di atas jembatan sambil bermain handphone,” kata Fazzli.

Y kemudian terlihat beberapa kali memegang kepalanya dan berdiri di luar pagar Jembatan 1 Barelang selama kurang lebih 30 menit. Tanpa aba-aba, Y langsung melompat terjun ke laut.

Tim SAR Pos Batam yang berjumlah 5 orang segera bergerak menuju lokasi. Tim SAR bekerja sama dengan Polsek Sagulung, BP Batam, Polair Polresta Barelang, dan masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian.

Satu unit rubber boat dan mopel milik Pos SAR Batam, serta satu unit speed boat milik Polair Polresta Barelang dikerahkan untuk melaksanakan penyisiran.

Setelah melalui upaya pencarian yang intensif, jenazah Y akhirnya ditemukan. Pada pukul 17.00 WIB, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

Kasus Bunuh Diri di Batam

Dalam dua bulan terakhir, dua pemuda diduga melakukan bunuh diri di Batam, Kepulauan Riau. Rangkaian peristiwa itu menjadi alarm darurat untuk Kepri yang merupakan provinsi kedua dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia.

Kasus pertama, laki-laki berinisial R (20) melompat dari Jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang) I pada 13 Mei 2024. Jenazah R ditemukan tim pencarian dan pertolongan gabungan dua hari kemudian di perairan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari lokasi kejadian.

Kemudian pada 16 Mei, laki-laki dengan inisial DG (35) juga melakukan aksi serupa di Jembatan Barelang IV. Jembatan Barelang terdiri dari enam bagian yang menghubungkan enam pulau kecil di sebelah tenggara Pulau Batam.

Dikutip dari Harian Kompas, Dalam lima tahun terakhir, sedikitnya ada empat kali kasus bunuh diri dan dua kali percobaan bunuh diri di Jembatan Barelang. Lima dari enam pelaku berusia di bawah 40 tahun. Mereka ingin mengakhiri hidup karena putus cinta atau terlilit utang.

Kepri merupakan provinsi kedua dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia. Itu adalah temuan dari penelitian berjudul ”Profil Statistik Bunuh Diri Pertama di Indonesia: Analisis Tingkat Bunuh Diri dan Upaya Percobaan Bunuh Diri, Pelaporan yang Tidak Memadai, Distribusi Geografis, Gender, Metode, dan Pedesaan” yang terbit pada Februari 2024.

Penelitian tersebut menemukan angka kasar bunuh diri (crude suicide rates) di Kepri adalah 1,17 per 100.000 individu. Adapun angka kasar percobaan bunuh diri (crude attempt rates) di Kepri adalah 6,62 per 100.000 individu, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional 2,25 per 100.000 individu.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa Indonesia memiliki tingkat bunuh diri tak tercatat yang tertinggi di dunia, yakni 859,10 persen. Kasus bunuh diri adalah fenomena gunung es, amat banyak kasus tidak dilaporkan atau ditutup-tutupi.

***

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi Anda melakukan tindakan serupa. Jika mengalami depresi atau bermasalah dengan kesehatan jiwa, segera hubungi psikolog atau layanan kesehatan mental terdekat.

Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat mengakses layanan dari Kementerian Kesehatan lewat nomor 119 ext 8. Anda juga dapat menghubungi layanan 24 jam BISA Helpline melalui nomor WhatsApp 08113855472. 

Penulis: Engesti Fedro

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Pos terkait