Bareskrim menyidik 98 laporan karhutla yang melibatkan korporasi. Pemerintah memperkuat operasi udara dan menambah personel.
JAKARTA (gokepri) — Penyidikan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merambah dugaan keterlibatan pihak asing. Kapolri menyebut ada pihak dari negara tetangga yang tengah ditelusuri, sementara pemerintah memperkuat operasi penanganan kebakaran dengan mengerahkan pesawat Hercules dan personel gabungan.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan perkembangan penyidikan tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). Ia mengatakan penyidik masih memilah pihak-pihak yang diduga terlibat untuk mengetahui apakah perkara tersebut melibatkan unsur asing atau hanya pihak dalam negeri.
“Yang jelas, saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa ada keterlibatan pihak asing. Ada negara tetangga,” kata Suyudi.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Karhutla, Polres Karimun Bagikan Masker ke Warga
Kapolri belum mengungkap negara yang dimaksud, identitas pihak yang diduga terlibat, maupun bentuk keterlibatannya. Penyidik masih mendalami perkara tersebut sehingga dugaan itu belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum.
Pernyataan ini muncul di tengah penanganan sejumlah perkara karhutla yang melibatkan korporasi. Sebelumnya, Suyudi menyebut Bareskrim Polri telah menaikkan 98 laporan polisi terkait karhutla ke tahap penyidikan.
Tahap penyidikan berarti polisi sedang mengumpulkan bukti dan menelusuri dugaan tindak pidana serta pihak yang bertanggung jawab. Angka 98 laporan itu tidak dengan sendirinya menunjukkan jumlah korporasi yang terbukti bersalah atau jumlah tersangka dalam perkara tersebut.
Polri masih mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan tersangka. Bahan keterangan yang tersedia belum menjelaskan apakah dugaan keterlibatan pihak asing berkaitan dengan seluruh laporan tersebut atau hanya perkara tertentu.
Pemerintah kerahkan Hercules
Di tengah proses penegakan hukum, pemerintah memperkuat penanganan karhutla melalui operasi udara dan penambahan personel di lapangan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan langkah tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan kebakaran berlangsung masif, terukur, dan segera.
Salah satu langkah yang disampaikan pemerintah ialah pengerahan pesawat Hercules untuk mendukung operasi udara. Sebelumnya, menurut Dudung, metode yang disebutnya dry ice telah menggunakan pesawat Cassa dan kini diperintahkan untuk mendapat dukungan pesawat Hercules.
“Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat,” kata Dudung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Dudung menjelaskan, penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan operasi udara. Presiden juga memerintahkan penguatan pengerahan personel TNI, Polri, petugas Dinas Kehutanan, serta pelibatan masyarakat.
Menurut Dudung, penanganan karhutla membutuhkan upaya khusus, terutama di kawasan lahan gambut. Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah meminta seluruh unsur terkait memperkuat penanganan tanpa menunggu hujan.
“Ini betul-betul harus secara masif terukur dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat mengganggu,” ujarnya.
Dudung mengakui penanganan karhutla bukan perkara mudah. Pemerintah, kata dia, terus mengerahkan personel dan sumber daya untuk menangani kebakaran serta meminta dukungan masyarakat agar upaya tersebut dapat segera dituntaskan.
“Jangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat,” kata Dudung. ANTARA
Baca Juga: FESMED SELAT MALAKA: Mengapa Masyarakat Adat Selalu Disalahkan saat Karhutla?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







