Jasad Rivaldo Belum Ditemukan, Polisi Duga Bunuh Diri

Bunuh diri di jembatan barelang
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap satu orang pemuda yang melompat dari Jembatan Barelang, Kota Batam, Kepri, Selasa (12/8/2025). Foto: SAR Tanjungpinang

BATAM (gokepri) – Tim SAR Gabungan mencari Rivaldo Rahul Septiawan (23) yang diduga bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Barelang, Batam. Pencarian hari kedua kembali belum membuahkan hasil.

Kepala SAR Kota Batam Dedius mengatakan operasi pencarian dimulai kembali hari ini, Selasa 12 Agustus 2025, pukul 08.00 WIB. Pencarian lanjutan ini dilakukan setelah korban tidak ditemukan pada hari pertama.

Peristiwa ini dilaporkan Ahmad Andre (19) yang melihat seorang pria tak dikenal melompat dari jembatan. Polisi yang mengecek lokasi menemukan dompet berisi kartu identitas, serta sepeda motor Honda Beat milik korban.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli menyatakan Tim SAR Batam berjumlah enam orang menuju lokasi kejadian menggunakan mobil dan satu set perahu karet. Tim juga membawa drone thermal, peralatan selam, komunikasi, medis, serta kantong mayat.

Setelah tiba, tim langsung berkoordinasi dan membagi pencarian menjadi tiga unit (SRU). SRU 1 menggunakan perahu karet Basarnas, SRU 2 menggunakan RIB milik Polair Polda Kepri, dan SRU 3 menggunakan speedboat milik KPLP KP.544. “Tim juga menggunakan drone thermal untuk memaksimalkan pencarian,” ujar Fazzli.

Pencarian pada hari pertama, Senin (11/8), sempat tertunda akibat cuaca buruk. Hujan lebat disertai angin kencang membuat jarak pandang terbatas.

Hingga pukul 18.30 WIB, pencarian hari pertama dinyatakan nihil. Operasi dilanjutkan dengan pemantauan, evaluasi, dan perencanaan untuk pencarian hari kedua.

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, secara terpisah mengatakan gelagat korban sebelum melompat mengindikasikan adanya upaya bunuh diri. Polisi menelusuri identitas dan kerabat korban dari KTP dan sepeda motor yang ditinggalkan.

“Kami masih mencari kerabat korban. Sampai saat ini belum ada laporan orang hilang. Identitas kendaraan juga tidak sama dengan KTP dan kartu BPJS korban,” kata Husnul. ANTARA

*Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi Anda melakukan tindakan serupa. Jika mengalami depresi atau bermasalah dengan kesehatan jiwa, segera hubungi psikolog atau layanan kesehatan mental terdekat.

Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat mengakses layanan dari Kementerian Kesehatan lewat nomor 119 ext 8. Anda juga dapat menghubungi layanan 24 jam BISA Helpline melalui nomor WhatsApp 08113855472. 

Baca Juga: Jembatan Barelang Diruqyah Cegah Jadi Lokasi Bunuh Diri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait