Hashim Djojohadikusumo Bangun Pabrik Timah Solder di Batam

Pabrik Timah Solder di Batam
Ground Breaking PT Solder Tin Andalan Indonesia di Kawasan Industri Tunas Prima, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania), perusahaan afiliasi Arsari Tambang yang bergerak di bidang pembuatan logam dasar bukan besi dan perdagangan besar akan membangun pabrik timah solder di kawasan Industrial Tunas Prima, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam.

Komisaris Utama Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo mengatakan, PT Stania akan memproduksi solder berbahan dasar timah yang memiliki bentuk bervariasi mulai dari solder wire hingga solder paste.

Pengusaha yang merupakan adik Prabowo Subianto ini juga menyampaikan, pembangunan pabrik timah solder ini sebagai dukungan untuk mendorong program hilirisasi yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

HBRL

Baca Juga: 30 Bos Perusahaan Manufaktur China Lirik Peluang Investasi di Batam

“Pak Prabowo Subianto waktu jadi calon presiden dan sekarang presiden terpilih sudah menegaskan sudah bertekad, sudah bersumpah bahwa program hilirisasi akan dilanjutkan, ya dilanjutkan dengan beberapa program yang sudah dimulai oleh Pak Jokowi,” ungkapnya usai ground breaking PT Stania, Jumat, 10 Mei 2024.

Dalam tahap pertama pembangunan pabrik timah solder ini, PT Stania bersama Arsari Tambang akan mengucurkan total modal awal senilai Rp400 miliar dengan rincian Rp100 miliar untuk pembangunan pabrik dan Rp300 miliar untuk modal kerja.

Selain itu, perusahaan juga akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 80 karyawan tetap dan 240 karyawan kontrak. Hashim juga menargetkan produksi pabrik akan menyentuh angka 2.000 ton timah solder dengan nilai omzet mencapai Rp1,2 triliun setiap tahunnya.

Bahkan menurut konsultan perusahaan, McKinsey, Hashim menyebutkan setelah perusahaan berkembang dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan fiskal seperti bebas bea di Kota Batam, produksi pabrik akan menyentuh angka 16.000 ton timah solder setiap tahunnya.

“Maka bisa dikalikan ya Rp1,2 triliun dikali delapan. Saya kira itu harapan dari kami,” ujar dia.

Komisaris Utama PT Stania, Aryo Djojohadikusumo menjelaskan, selain dukungan pemerintah dan infrastruktur yang memadai, Kota Batam memiliki banyak perusahaan elektronik dan manufaktur yang membutuhkan timah solder dan bisa menjadi target pasar.

Selanjutnya, Aryo juga menargetkan produksi timah solder untuk pangsa pasar global. Menurutnya saat ini, mineral timah di Indonesia banyak diekspor ke negara seperti Taiwan, Korea Selatan, India, Amerika, Eropa dan China. Selain Indonesia, dua sumber solder besar di dunia adalah Malaysia dan India.

“Nah target kami adalah untuk merebut pangsa pasar ini dengan sumber timah yang ada di Indonesia dengan harga lebih kompetitif didukung oleh Pemprov Kepri, Pemko Batam dan pemerintah pusat. Kami yakin sangat bisa berkompetisi di pangsa pasar domestik dan luar negeri,” jelas Aryo.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, menyampaikan kehadiran PT Stania merupakan dorongan positif bagi infrastruktur dan iklim investasi di wilayah Kepri, khususnya di Kota Batam.

Ansar mengatakan, dengan memiliki berbagai kebijakan kawasan bebas dan perdagangan, seperti Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kepri semakin menarik minat investor sehingga bisa mengangkat potensi ekonomi lokal.

Selain itu, Kepri memiliki letak yang startegis di Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Hal ini juga menjadi alasan dan poin penting bagi investor menanamkan modalnya.

“Dukungan terhadap hilirisasi mineral timah menjadi langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia,” kata Ansar.

Ansar melanjutkan, hadirnya PT Stania merupakan bentuk komitmen dalam industri hilirisasi mineral bumi, sebagai simbol dari upaya bersama untuk memajukan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

“Kami apresiasi kehadiran perusahaan ini di Kota Batam dan diharapkan dapat turut berkontribusi untuk kemajuan Kota Batam dan Kepri ke depannya,” ujar Ansar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait