JAKARTA (gokepri.com) – Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi. Pada Rabu (3/9/2025) siang, harga emas dunia terpantau telah menyentuh level 3.534 dolar AS per troy ons. Emas melanjutkan tren kenaikannya yang telah meningkat hampir sepertiga pada tahun ini.
Ini seiring dengan kuatnya permintaan logam mulia di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.
Logam mulia dipandang sebagai aset yang lebih aman bagi investor selama masa ketidakpastian ekonomi. Harga emas diketahui telah naik pada awal tahun ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif yang luas, hingga mengganggu perdagangan global.
Para analis berpendapat, harga juga terkerek oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuannya, Fed Fund Rate (FFR), menjadikan emas sebagai prospek yang semakin menarik bagi investor.
“Kenaikan harga emas selama beberapa bulan terakhir benar-benar disebabkan oleh Trump, dan apa yang telah ia lakukan terhadap geopolitik, dan apa yang telah ia lakukan terhadap perdagangan global,” kata Direktur Riset di BullionVault Adrian Ash mengatakan, dikutip dari BBC, Rabu (3/9/2025).
“Pemilu AS tahun lalu benar-benar memicu gejolak,” lanjutnya.
Ash menambahkan, ketika harga emas melonjak karena minat investor, biasanya hal itu diredam oleh perlambatan pembelian dari China dan India, dua pasar terbesar untuk perhiasan emas. Namun kali ini, ia mengatakan emas terus diminati di China dan India, sebab, alih-alih keluar pasar saat harga tinggi, pembeli perhiasan beralih membeli produk emas investasi seperti batangan atau koin.
Para analis juga menyebutkan kekhawatiran atas independensi bank sentral AS, Federal Reserve, sebagai faktor lain yang mendorong harga emas.
Trump diketahui telah berulang kali melancarkan serangan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Dan baru-baru ini berupaya memecat salah satu gubernurnya, Lisa Cook.
“Upaya Trump untuk melemahkan independensi Federal Reserve-lah yang mendorong kembali minat terhadap aset safe haven, termasuk emas,” kata Derren Nathan dari Hargreaves Lansdown.
Pada Senin lalu, Kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, memperingatkan bahwa jika Trump melemahkan independensi The Fed, hal itu akan menimbulkan bahaya yang sangat serius bagi perekonomian global.
Ia mengatakan jika The Fed terpaksa menanggapi kebijakan Trump, hal tersebut akan berdampak sangat mengkhawatirkan terhadap stabilitas ekonomi di AS, dan juga di seluruh dunia.
Analis logam mulia Suki Cooper dari Standard Chartered menuturkan, kenaikan harga emas secara umum juga disebabkan oleh serangkaian alasan lain, termasuk invasi Rusia ke Ukraina yang telah menambah iklim ketidakpastian politik. Ia menyebut, pada tahun ini, dampak perubahan kebijakan perdagangan terhadap inflasi dan rantai pasokan juga telah mendorong semakin mengilapnya harga emas.
“Emas telah mendapat dukungan tambahan dari melemahnya dolar AS di awal tahun sebagai aset safe haven yang disukai,” tutupnya. *
(sumber: republika.co.id)









