BATAM (gokepri.com) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyatakan pemerintah daerah belum menerima arahan dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam. Rencana tersebut masih sebatas kajian awal yang disampaikan pemerintah pusat.
Ansar mengatakan, rencana pembangunan PLTN di Batam perlu melalui kajian menyeluruh sebelum diputuskan untuk direalisasikan. Kajian tersebut terutama menyangkut kelayakan, efisiensi, keamanan, dan prospek pemanfaatan energi nuklir ke depan.
“Kita belum ada arahan dari pusat soal pembangkit nuklir di Batam. Itu kan baru disampaikan Pak Bahlil soal kelayakannya. Pemerintah pusat pasti melakukan kajian,” kata Ansar, Rabu.
Ia menilai, pemanfaatan energi nuklir dapat dipertimbangkan apabila hasil kajian menunjukkan teknologi tersebut lebih efisien, aman, dan memiliki prospek jangka panjang.
“Kalau lebih efisien, lebih aman, dan ada prospek ke depan, keamanannya bagus, kenapa tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana pembangunan PLTN di Kepulauan Riau, termasuk Batam, masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Bahlil menyebutkan, pemerintah akan melanjutkan rencana tersebut apabila hasil studi kelayakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Salah satu di antaranya (lokasi PLTN) yang akan kita tempatkan, masih dalam studi, kita akan taruh di Kepri, di Batam, untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10).
Selain Batam, pemerintah juga mengkaji sejumlah lokasi potensial di Kalimantan dan Sumatra. Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai lokasi pembangunan pembangkit listrik berbasis nuklir tersebut.
Bahlil menegaskan, penentuan lokasi akan bergantung pada hasil kajian yang sedang berlangsung. Pemerintah juga mempertimbangkan mitra pengembangan teknologi dari negara-negara yang memiliki kemampuan dan rekam jejak teruji dalam pengoperasian pembangkit nuklir.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber energi alternatif. Namun, realisasinya masih bergantung pada hasil studi kelayakan dan keputusan pemerintah pusat.
Penulis : Engesti






