Tanjungpinang (gokepri.com) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengungkapkan realisasi investasi atau penanaman modal asing (PMA) tahun 2020 sebesar Rp1,5 triliun dengan total 81 proyek.
“Sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp152 miliar dengan total 221 proyek,” kata Ansar Ahmad saat melantik Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Karimun 2021-2024 Aunur Rafiq-Anwar Hasyim di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (26/4).
Ansar pada kesempatan itu menyampaikan Kabupaten Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas atau FTZ, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kepri meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19.
“Karimun masih aktif berkontribusi menanamkan modal asing,” ungkapnya.
Ansar juga menyarankan Bupati-Wakil Bupati Karimun terpilih membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang investasi, sesuai kewenangan daerah.
Melalui Perda tersebut, katanya, Pemda dapat memberikan relaksasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Karimun.
Kemudian, ada jaminan kemudahan izin usaha serta kepastian hukum untuk para investor.
“Ini diharapkan dapat mendorong geliat PMA di tahun 2021. Sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kepri,” ujar Ansar.
Lebih lanjut, Ansar mengutarakan angka pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini masih minus 3,8 persen. Namun, dengan berbagai investasi yang mulai masuk ke Batam, Bintan dan Karimun pertumbuhan bisa dipacu plus tiga sampai lima persen di akhir tahun 2021.
Bahkan Bappenas optimistis pertumbuhan ekonomi Kepri bisa sampai 5,6 persen dengan berbagai kebijakan yang dibantu oleh Pemerintah Pusat.
“Tugas kita bagaimana menjaga kondusifitas dunia usaha dan menekan COVID-19 seminimal mungkin di Kepri,” demikian Ansar. (Can/ant)
|Baca Juga: DATA: Investasi ke Kepri sepanjang Tahun Pandemi







