Gelapkan Pajak Rp12 Triliun, WN Singapura Diburu Komisi Antikorupsi Malaysia

penggelapan pajak port klang
Tersangka kasus penyelundupan di Port Klang, Malaysia. Foto: The Star

KUALA LUMPUR (gokepri) – Komisi pemberantasan korupsi Malaysia (MACC) memburu seorang warga negara Singapura yang diduga menjadi otak di balik kasus penggelapan pajak senilai RM3,5 miliar (sekitar Rp12 triliun) di Port Klang.

Warga negara Singapura tersebut merupakan satu dari tiga tersangka yang terlibat dalam kegiatan penyelundupan di Port Klang dan masuk dalam daftar pencarian MACC, seperti dikabarkan kantor berita Malaysia, Bernama.

Baca:

Dalam konferensi pers pada 9 Juni, Ketua Komisi Azam Baki mengatakan, polisi Malaysia akan meminta bantuan polisi Singapura untuk melacak tersangka.

“Kepolisian kami memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan kepolisian Singapura. Jika tersangka berada di Singapura, kami akan meminta bantuan mereka,” ujar Azam. Ia menambahkan, kasus ini belum memerlukan keterlibatan Interpol.

Deputi Kepala Komisi Bidang Operasi MACC, Ahmad Khusairi Yahaya, dikutip The Straits Times pada 10 Juni, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Singapura (Corrupt Practices Investigation Bureau) dan bertukar informasi terkait tersangka.

Selain itu, MACC juga mengajukan bantuan hukum timbal balik dengan Pemerintah Singapura. Hal ini merupakan prosedur penting untuk investigasi yang melibatkan warga negara asing.

Ahmad Khusairi Yahaya menambahkan, tersangka diduga sudah meninggalkan Singapura dan upaya untuk melacaknya sedang dilakukan.

Sebelumnya, harian The Star pada 7 Juni melaporkan, tujuh orang, termasuk seorang direktur perusahaan dan tiga petugas penegak hukum, ditahan terkait kegiatan penyelundupan selama satu dekade terakhir dan membantu perusahaan kargo menghindari pajak.

Mereka diduga membuat pernyataan palsu dalam formulir bea cukai untuk menghindari pajak dan biaya impor yang memerlukan izin dari beberapa instansi.

Para tersangka – dua perempuan dan lima laki-laki berusia antara 30 dan 50 tahun – ditangkap di berbagai lokasi sekitar Pelabuhan Klang pada 6 Juni oleh tim MACC dalam operasi yang sedang berlangsung dengan sandi Ops Transit. Mereka ditahan selama tiga hari.

Menurut Bernama, satuan tugas yang dipimpin MACC menahan 19 truk kontainer yang diduga membawa berbagai jenis barang selundupan pada 5 Juni. THE STRAITS TIMES

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News