Galangan Kapal Batam Butuh Puluhan Ribu Pekerja, Kemenperin Gelar Pelatihan Vokasi

pengangguran di batam 2023
Galangan kapal Marcopolo di Batam, Kepulauan Riau. Foto: Edwin Koo/Bloomberg

Batam (gokepri) – Kementerian Perindustrian meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor perkapalan. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya pelatihan vokasi industri perkapalan di Batam, hasil kolaborasi dengan asosiasi dan mitra industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan, menjelaskan pelatihan vokasi ini dirancang dengan pola pemberian pembekalan maksimal keterampilan dasar (skilling), peningkatan keterampilan, serta pembaruan keterampilan para tenaga kerja di industri terkait.

Baca Juga:

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten, sekaligus memastikan peran vital pembangunan SDM Industri kompeten dapat terus terpenuhi dengan baik,” tegas Masrokhan, Selasa (14/5).

Program ini diikuti oleh 140 tenaga kerja dan calon tenaga kerja lokal yang siap berkompetisi di sektor perkapalan. Antusiasme ini menunjukkan besarnya kebutuhan tenaga kerja terampil di industri perkapalan, khususnya di Batam yang saat ini tengah mengalami peningkatan signifikan.

“Industri galangan kapal di Batam membutuhkan puluhan ribu tenaga kerja untuk mengejar produksi kapal,” jelas Masrokhan.

Masrokhan mengungkapkan BPSDMI melakukan terobosan baru dengan melaksanakan pelatihan ini. “Untuk mengurangi kesenjangan kompetensi antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan pada sektor industri di Indonesia, orientasi pelatihan yang selama ini supply driven harus diubah menjadi demand driven,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) yang kembali dibuka tahun ini mulai 22 April hingga 31 Mei. Program ini bertujuan untuk mencetak dan mengembangkan SDM yang kompeten guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor Industri nasional.

JARVIS Bersama dilaksanakan di seluruh unit pendidikan Kemenperin, meliputi sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 11 Politeknik, dan dua Akademi Komunitas.

Upaya-upaya Kemenperin dalam meningkatkan kompetensi SDM industri ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan kemajuan industri perkapalan di Indonesia, khususnya di Batam yang merupakan salah satu pusat industri perkapalan utama di Tanah Air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN