Persib menyapu bersih empat laga fase grup ACL Two. Membuka peluang melangkah lebih jauh.
BANDUNG (gokepri) – Empat kemenangan beruntun membawa Persib Bandung ke babak 16 besar ACL Two. Performa yang terus berkembang memberi Maung Bandung peluang melangkah lebih jauh, bahkan hingga perempat final.
Persib menjadi tim pertama yang memastikan tiket ke babak 16 besar musim ini. Mereka mengumpulkan 12 poin dari empat pertandingan fase grup.
Hanya Machida Zelvia dari Jepang yang menyamai catatan sempurna tersebut. Kedua tim berasal dari Wilayah Timur dan belum kehilangan poin.
Baca Juga: Persib Sempurna di Grup E Asian Champions League Two
Pencapaian Persib menarik karena Indonesia memiliki koefisien kompetisi terendah di antara negara peserta fase grup. Koefisien Indonesia tercatat 18.653 poin.
Sebaliknya, Persib mampu menundukkan klub dari tiga negara dengan koefisien lebih tinggi. Mereka mengalahkan FC Seoul dari Korea Selatan, Viettel FC dari Vietnam, dan Melbourne Victory dari Australia.
Koefisien Korea Selatan mencapai 90.982 poin. Vietnam mengantongi 35.038 poin, sedangkan Australia memiliki 40.240 poin.
Persib bahkan dua kali menundukkan Melbourne Victory. Mereka menang di Bandung dan kembali meraih kemenangan saat bertandang ke Australia.
Perjalanan Persib di fase grup memperlihatkan perkembangan permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Tim asuhan Igor Tolic itu mampu menyesuaikan strategi menghadapi karakter lawan.
Persib mengawali perjalanan dengan kemenangan 1-0 atas FC Seoul pada 16 September. Julio Cesar mencetak gol cepat pada menit kelima.
Setelah unggul, Persib harus menghadapi tekanan tuan rumah. FC Seoul menguasai 60 persen penguasaan bola dan menciptakan 12 peluang.
Namun, lini belakang Persib mampu menggagalkan enam peluang bersih lawan. Maung Bandung juga tetap mengancam melalui lima peluang, termasuk dua tembakan tepat sasaran.
Tolic tidak hanya mengandalkan pertahanan untuk menjaga keunggulan. Ia menunggu momentum untuk melancarkan serangan balik dan mengancam pertahanan FC Seoul.
Pendekatan itu memperlihatkan fleksibilitas permainan Persib. Mereka mampu bertahan lebih dalam tanpa sepenuhnya kehilangan ancaman saat menyerang.
Perkembangan berikutnya terlihat saat menjamu The Cong Vittel pada 14 Oktober di Stadion Si Jalak Harupat. Persib menang melalui gol penalti Marino Peralta menjelang akhir babak pertama.
Persib mendominasi pertandingan dengan menciptakan 13 peluang. Empat di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Sementara itu, klub Vietnam tersebut hanya menciptakan delapan peluang. Hanya satu peluang yang mengarah tepat ke gawang Persib.
Efektivitas Serangan Jadi Pembeda
Permainan Persib semakin berkembang saat menjamu Melbourne Victory pada 28 Oktober. Meski penguasaan bola belum dominan, mereka mampu menciptakan ancaman yang lebih efektif.
Kedua tim sama-sama menghasilkan 12 peluang. Namun, Persib menciptakan lima peluang emas dan mencetak dua gol.
Balsa Sekulic memborong kedua gol tersebut pada babak kedua. Ketajaman itu menjadi pembeda dalam kemenangan Persib atas klub Australia tersebut.
Persib kembali memperlihatkan efektivitas serangan saat bertandang ke markas Melbourne Victory pada 5 November. Mereka sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71.
Namun, Maung Bandung membalikkan keadaan dalam lima menit terakhir waktu normal. Luka Menalo dan Sekulic mencetak gol yang membawa Persib menang 2-1.
Persib mencatat 10 peluang dalam pertandingan tersebut. Lima di antaranya tepat sasaran, sedangkan Melbourne Victory gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Persib juga unggul dalam penguasaan bola dengan catatan 59 persen. Statistik itu memperlihatkan perubahan pendekatan dibandingkan pertandingan pertama melawan FC Seoul.
Empat pertandingan tersebut menunjukkan kemampuan Tolic membaca karakter lawan. Ia tidak terpaku pada satu sistem permainan dan mampu mengubah pendekatan sesuai kebutuhan pertandingan.
Di bawah arahan Tolic, Persib memperlihatkan permainan yang lebih terstruktur, progresif, dan fleksibel. Para pemain juga semakin aktif menciptakan ruang untuk membuka pertahanan lawan.
Dua kemenangan atas Melbourne Victory menjadi contoh perkembangan tersebut. Tolic mengevaluasi pertemuan pertama untuk memperbaiki pendekatan tim pada pertandingan berikutnya.
Pemain sayap seperti Luka Menalo dan Mariano Peralta tidak selalu bertahan di sisi lapangan. Mereka bergerak ke tengah, mendekati penyerang, untuk menambah jumlah pemain di area pertahanan lawan.
Pergerakan itu sekaligus membuka ruang bagi bek sayap untuk membantu serangan. Persib memiliki lebih banyak pilihan ketika membangun serangan dari sisi lapangan.
Di lini tengah, Gakuto Notsuda dan Dedi Kusnandar juga berperan dalam membangun serangan. Keduanya kerap turun sejajar dengan dua bek tengah pada fase awal penguasaan bola.
Posisi tersebut membantu Persib menjaga sirkulasi bola. Mereka juga memiliki lebih banyak pilihan untuk mengalirkan bola menuju lini depan.
Pergerakan pemain tidak berhenti saat tim menguasai bola. Para pemain juga aktif menutup ruang agar lawan kesulitan membangun serangan.
Balsa Sekulic, misalnya, tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti. Ia bergerak mencari ruang kosong dan menarik pemain bertahan lawan keluar dari posisinya.
Pergerakan penyerang itu membuka pilihan umpan bagi rekan setimnya. Pola tersebut membuat serangan Persib lebih cair dan sulit dibaca lawan.
Dengan perkembangan tersebut, Persib memiliki bekal untuk melangkah lebih jauh daripada musim lalu. Saat itu, Maung Bandung hanya mencapai babak 16 besar.
Kemenangan atas FC Seoul memperlihatkan kemampuan Persib menghadapi klub dari negara dengan koefisien kompetisi lebih tinggi. Dua kemenangan atas Melbourne Victory juga memperkuat gambaran tersebut.
Jika mampu mempertahankan posisi puncak Grup E, Persib akan menghadapi runner-up dari Grup F, G, atau H. Lawan potensial berasal dari sejumlah negara di Wilayah Timur.
Naskah pertandingan menyebut Lion City Sailors dari Singapura, BG Pathum United dari Thailand, Adelaide United dari Australia, serta Shanghai Shenhua dari China. Klub-klub Grup H juga masuk dalam kemungkinan tersebut, termasuk Phnom Penh Crown dari Kamboja.
Peluang menghadapi lawan-lawan tersebut tetap bergantung pada hasil akhir fase grup. Posisi klasemen dan bagan resmi babak gugur akan menentukan calon lawan Persib.
Persib kini masih memiliki dua pertandingan fase grup. Mereka perlu menjaga konsistensi agar tetap berada di puncak klasemen Grup E.
Satu poin dari dua laga tersisa disebut cukup untuk mengamankan posisi juara grup. Namun, Persib tetap memiliki kesempatan menutup fase grup dengan catatan kemenangan sempurna. ANTARA
Baca Juga: Persib Ukir Sejarah, Bandung Berpesta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







