BATAM (gokepri) – Ekonomi Batam mencatat pertumbuhan 6,89 persen dengan capaian investasi Rp68,3 triliun. BP Batam memperkuat kolaborasi dengan KADIN untuk menjaga momentum pada 2026.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan pengurus baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam dan KADIN Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa sore, 27 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi ajang menyatukan langkah regulator dan pelaku usaha dalam menjaga iklim investasi Batam.
Rombongan KADIN dipimpin Ketua KADIN Kota Batam periode 2025–2030 Roma Nasir Hutabarat dan Ketua KADIN Provinsi Kepri periode 2026–2031, Mustava.
Baca Juga: Tingkatkan Investasi, BP Batam dan Kadin Kolaborasi Gelar Pameran Maritim IMOX
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menegaskan posisi KADIN sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam mendorong investasi dan menaikkan kelas usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ia memaparkan, selama 11 bulan kepemimpinannya, perekonomian Batam menunjukkan tren positif. “Pada triwulan ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,89 persen, naik dari 6,6 persen tahun lalu. Investasi bahkan menyentuh Rp68,3 triliun atau 115 persen di atas target,” kata Amsakar.
Menurut dia, capaian tersebut bukan sekadar angka. Pertumbuhan ekonomi itu diikuti membaiknya kesejahteraan warga, yang tercermin dari turunnya tingkat pengangguran dan kemiskinan di Batam.
Namun Amsakar mengingatkan, di balik capaian itu masih ada pekerjaan rumah yang mendesak. Penanganan banjir, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah menjadi tantangan domestik yang harus segera ditangani. Ia menekankan pentingnya investasi yang tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Isu global juga menjadi perhatian. Amsakar menanggapi kekhawatiran KADIN terkait kebijakan tarif resiprokal pemerintahan Donald Trump yang berdampak pada industri panel surya, termasuk di Batam.
“Saya mendorong KADIN untuk tidak hanya bergantung pada pasar Amerika. Kita harus mencari pasar alternatif. Batam punya potensi besar menembus banyak negara lain,” ujarnya.
Dari sisi pelaku usaha, Ketua KADIN Kota Batam Roma Nasir Hutabarat mengapresiasi keterbukaan BP Batam. Ia menyatakan komitmen KADIN menciptakan iklim usaha yang kondusif agar investasi terus tumbuh pada 2026.
Senada, Ketua KADIN Provinsi Kepri Mustava menekankan pentingnya membangun energi kolaborasi sejak awal kepengurusan. Menurut dia, KADIN siap berbagi program dan terlibat aktif dalam agenda pengembangan Batam.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk berbagi program secara berkala, demi memastikan Batam tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di Asia Tenggara.
Hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, Direktur Investasi Dendi Gustinandar, Direktur Pembangunan Infrastruktur Boy Zasmita, serta 16 pengurus KADIN.
Baca Juga: Kadin Prediksi Ekspor RI ke AS Bisa Berlipat Ganda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







