Dukung Travel Bubble, Batam Berencana Ukur Herd Immunity Covid-19

Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninjau pelaksanaan vaksinasi, Selasa (22/6/2021).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi meninjau pelaksanaan vaksinasi, Selasa (22/6/2021).

Batam (gokepri.com) – Pemko Batam berencana melakukan survei serologi mengukur herd immunity atau kekebalan kelompok.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menginginkan adanya patokan mengenai capaian herd immunity Covid-19 selain mendukung travel bubble juga sekaligus memastikan kota ini dapat mengatasi semua varian virus corona. “Mengantisipasi merebaknya kasus Covid-19,” kata dia.

Secara sederhana, masyarakat akan disurvei imun tubuhnya sehingga Pemko Batam memiliki ukuran kekebalan kelompok di Batam. Menurut Rudi, survei akan dilakukan bertahap. “(Bertahap) Karena biayanya besar,” ujar Rudi, Jumat (15/10).

Dengan adanya ukuran tersebut, maka bisa memberikan jaminan kepada negara lain bahwa Batam sudah berhasil mencapai kekebalan kelompok sehingga pelancong tak perlu khawatir mengenai penularan virus.

“Sehingga jika ada yang terpapar, kami punya alasan warga Batam punya imun yang baik,” sambung Rudi.

Berdasarkan data Satgas setempat, jumlah penduduk Batam yang sudah mendapat vaksin dosis pertama sebanyak 764.069 orang atau setara 84,21 persen dari total sasaran. Sedang dosis kedua sebanyak 555.209 atau setara 61,19 persen. Data hingga 15 Oktober 2021.

Sementara penduduk Batam yang pernah terinfeksi Covid-19 sebanyak 25.811 dari total penduduk 1.196.396 (Sensus Penduduk 2020). Lalu Pasien sembuh 24.958 orang. Jumlah yang meninggal sebanyak 838 orang.

Travel Bubble

Rudi juga menyatakan siap jika nantinya Batam di buka sebagai pintu masuk wisman termasuk lewat travel bubble.

Menurut Rudi Program Travel Bubble merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga begitu sudah ditetapkan Batam dan Bintan, tentu daerah harus siap melaksanakan keputusan tersebut.

“Ya kita ikut aturan pusat. Kita kan bawahan. Tapi nanti harus kita jabarkan supaya sempurna. Menteri bilang buka ya buka tapi saya harus pikir lah. Bukan berarti kita tolak, saya tidak pernah nolak dan ini harus kita ikuti,” papar Rudi.

Menurut Rudi perintah menteri tersebut harus dijabarkan dengan sempurna sehingga nanti dalam penerapannya dapat berjalan dengan baik.

“Supaya nanti yang datang tidak jadi masalah. Jangan nanti dia datang ke sini pulang kena COVID-19. Kalau kena COVID-19 nanti heboh dan tutup dengan sendirinya. Itu yang harus kita jalankan itu kan berat tu,” kata dia lagi. (Engesti)

|Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Batam Tembus 761 Ribu Orang

BAGIKAN