BATAM (gokepri.com) — DPRD Kota Batam mengalokasikan anggaran Rp2,6 miliar untuk pembangunan pagar gedung kantor pada tahun anggaran 2026 dengan total Rp6 milar secara multiyears.
Sekretaris DPRD Batam, Ridwan mengatakan, telah menyerahkan seluruh proses pengadaan kepada BPBJ dan belum menerima laporan terkait hasil akhir lelang.
“Prosesnya sudah kami serahkan ke BPBJ. Sampai sekarang belum ada laporan ke kami, termasuk soal pemenang lelang. Masih dalam tahapan proses,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia menjelaskan, mekanisme lelang mencakup tahapan evaluasi hingga masa sanggah sebelum hasilnya dilaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena itu, pihaknya tidak ingin mencampuri proses teknis yang sedang berjalan.
“Kalau terkait teknis lelang, termasuk siapa pemenangnya, itu ranahnya panitia lelang di BPBJ. Kami tidak intervensi,” katanya.
Berdasarkan data LPSE, proyek pembangunan pagar tersebut memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp2.585.782.400. Tender menggunakan metode pascakualifikasi satu file dengan sistem gugur harga terendah.
Dalam prosesnya, dari 73 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta, hanya tiga yang menyampaikan penawaran harga. Sisanya tidak memasukkan penawaran atau gugur pada tahap administrasi dan kualifikasi.
CV Putra Simotung Jaya tercatat sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran Rp2.352.345.678, atau sekitar 9 persen di bawah HPS. Sementara dua peserta lain gugur atau tidak terpilih karena tidak memenuhi persyaratan teknis maupun kalah bersaing dari sisi harga.
Meski pemenang telah ditetapkan dalam sistem, hingga 30 April 2026 status kontrak proyek tersebut masih belum ditandatangani.
Riduan menambahkan, desain pagar telah disiapkan oleh konsultan dengan model yang disebut menyerupai pagar di kawasan perkantoran dan rumah ibadah besar di Batam.
“Gambarnya sudah ada dari konsultan. Modelnya kurang lebih seperti yang ada di kawasan perkantoran dan masjid besar,” ujarnya.
Pembangunan pagar ini disebut bertujuan meningkatkan keamanan serta mendukung citra kelembagaan DPRD Batam. Namun, pekerjaan tersebut diperkirakan belum sepenuhnya rampung dalam satu tahun anggaran.
Minimnya jumlah peserta yang mengajukan penawaran dalam tender ini menjadi perhatian, meskipun belum ada penjelasan resmi dari BPBJ terkait hal tersebut.
“Totalnya Rp6 miliar untuk pagar DPRD,” kata dia. **
Penulis: Engesti









