KARIMUN (gokepri.com) – Kabupaten Karimun saat ini kekurangan tenaga dokter. Akibatnya, sudah hampir satu bulan ini Puskesmas Kundur Barat mengalami kekosongan dokter.
Tentu saja, kekosongan dokter di Puskesmas Kundur Barat menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan untuk masyarakat di wilayah hinterland Karimun tersebut.
“Memang hampir satu bulan ini di Puskesmas Kundur Barat tak ada dokter,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun, drg Soerjadi saat dikonfirmasi Senin 23 Februari 2026.
Kata Soerjadi, dokter Taufik yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Kundur Barat saat ini menempuh pendidikan sokter spesialis sehingga terjadi kekosongan dokter di sana.
Untuk mengisi dokter yang kosong di Puskesmas Kundur Barat, Dinas Kesehatan Karimun sudah merekrut dokter baru melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Sejak Januari 2026 kita buka pendaftaran BLUD,” ungkapnya.
Soerjadi menyebut, pendaftaran dokter untuk Puskesmas Kundur Barat dibuka secara umum, bahkan proses rekrutmen juga sudah dilakukan melalui media sosial seperti Facebook dan juga Instagram.
Namun, hingga kini belum ada satupun yang mendaftar untuk mengisi kekosongan dokter di Puskesmas Kundur Barat tersebut.
Soerjadi mengaku kesulitan untuk menempatkan dokter di RSUD Muhammad Sani maupun maupun RSUD Kundur ke Puskesmas Kundur Barat. Alasannya, karena ketersediaan dokter di rumah sakit hanya melayani pasien di sana.
“Dokter di rumah sakit terbatas. Saat ini PTT tak ada, honor juga tak ada. Nanti lah kita tunggu buka CPNS lagi,” kata Soerjadi.
Untuk mengisi kekosongan dokter di Puskesmas Kundur Barat, Soerjadi mengaku akan menggilir dokter di Puskesmas terdekat yakni Puskesmas Kundur Utara dan Puskesmas Kundur.
Selain itu, pihaknya juga menunggu terlaksananya surat perintah dari Bupati Karimun untuk penempatan dokter di Puskesmas Kundur Barat.
“Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini surat perintah dari bupati segera dilaksanakan. Minimal 1 dokter untuk kondisi saat ini, sudah cukuplah,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra







