BATAM (gokepri) – Dinas Perikanan Kota Batam mengusulkan empat lokasi baru untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026. Program ini merupakan lanjutan dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Batam.
Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan empat lokasi yang diusulkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah Kampung Ngenang di Kecamatan Nongsa, Pulau Karas di Galang, Tanjung Piayu di Sungai Beduk, dan Temoyong di Bulang. “Usulan ini sudah kami sampaikan sebelum batas waktu 17 Oktober. Kami berharap keempat lokasi itu bisa disetujui untuk tahun depan,” kata Yudi, Minggu lalu.
Menurut Yudi, penentuan lokasi didasarkan pada beberapa pertimbangan: sebagian besar penduduk di wilayah itu berprofesi sebagai nelayan, tingkat produksi ikan cukup tinggi, serta lahan tersedia untuk pembangunan fasilitas. Selain itu, kesiapan koperasi lokal dalam mengelola aset menjadi faktor penting dalam penilaian.
“KKP akan melakukan verifikasi lapangan sebelum menetapkan lokasi melalui keputusan menteri,” ujarnya.
Tahun ini, Batam berhasil merealisasikan pembangunan KNMP di tiga lokasi: Pulau Kasu, Tanjung Banun, dan Sekanak Raya. Pembangunan dermaga telah dimulai di Sekanak Raya dan Tanjung Banun, sedangkan gudang penyimpanan ikan sedang dikerjakan di Tanjung Banun.
Program KNMP merupakan inisiatif nasional KKP untuk memperkuat kemandirian ekonomi nelayan, terutama di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Setiap kampung nelayan yang terpilih akan mendapat fasilitas pendukung perikanan seperti dermaga, cold storage, hingga rumah produksi hasil laut.
Yudi berharap Batam kembali menjadi salah satu daerah prioritas penerima program ini. “Kami ingin nelayan Batam makin sejahtera lewat pengelolaan yang mandiri dan terintegrasi,” katanya. ANTARA
Baca Juga: Awal 2026, Nelayan Batam Bisa Menikmati Kampung Nelayan Modern
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








