BATAM (gokepri.com) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang menyebabkan beberapa layanannya terganggu.
Plt Kepala Disdukcapil Kota Batam Ashraf Ali menyebut, saat ini, hanya sekitar 1.000 lembar blangko yang tersisa, sementara data yang perlu diproses mencapai 6.000
“Kami prioritaskan pencetakan KTP untuk kasus-kasus mendesak, seperti KTP hilang yang diperlukan untuk berobat, perpanjangan SIM, paspor, atau BPJS. Untuk kebutuhan reguler, sementara waktu kami tunda pencetakannya,” jelasnya, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Disdukcapil Batam Ajak Warga Gunakan Aplikasi IKD
Ia mengatakan Disdukcapil Batam telah mengajukan permohonan tambahan blangko ke Kementerian Dalam Negeri.
“Kami sudah menyurati Kemendagri untuk tambahan blangko, harapannya bisa segera terealisasi agar pelayanan tidak terganggu,” tambahnya.
Ashraf mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai alternatif. Dari sekitar 900 ribu penduduk Batam yang wajib memiliki KTP, baru sekitar 50 ribu orang yang sudah mendaftar IKD.
“Dengan IKD, masyarakat tetap bisa mengakses layanan meskipun KTP fisik rusak atau buram. IKD juga memudahkan administrasi dan lebih fleksibel,” ungkapnya.
Ashraf berharap penggunaan IKD akan semakin meningkat seiring dengan sosialisasi yang terus dilakukan. “Dengan keterbatasan stok blangko KTP saat ini, kami optimistis penggunaan IKD akan terus berkembang,” kata dia.
Pelayanan Berjalan Normal
Ashraf Ali menyebut, meski kekurangan stok blangko, pelayanan di disdukcapil berjalan dengan normal. Sebagian besar warga datang untuk mengurus dokumen kependudukan yang tertunda selama libur panjang, seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan dokumen pindah domisili.
“Pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” jelas dia.
Pantauan Gokepri.com sejumlah warga mengantri untuk mengurus berkas. Rendi salah satu warga Batam, datang lebih awal untuk mengurus akta kelahiran anak keduanya yang sempat tertunda karena libur.
“Kemarin belum sempat karena keburu libur Nataru. Makanya saya langsung ke sini pagi-pagi agar cepat selesai,” ujarnya sambil memegang dokumen-dokumen yang diperlukan.
Senada Armed Nababan warga Sekupang, juga datang untuk mengurus KTP adiknya. “KTP adik saya hilang sepertinya tercecer di jalan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









