Dampak Kabut Asap, Siswa SMA di Karimun Diliburkan Selama 3 Hari

Kabut asap akibat karhutla yang ikut melanda Karimun. (Ilfitra/gokepri.com)

KARIMUN (gokepri.com) – Kabut asap yang memprihatinkan menyebabkan turunnya kualitas udara di Karimun berdampak terhadap aktivitas belajar dan mengajar di sekolah tingkat atas di daerah setempat, mulai terhitung, Senin 12 Oktober 2026.

Selama tiga hari ke depan, siswa SMA sederajat di Kabupaten Karimun dialihkan untuk Belajar Dari Rumah (BDR). Informasi belajar dari rumah tersebut sudah disampaikan pihak sekolah sejak Ahad, 11 Oktober 2026.

“Tadi malam ada pengumuman dari pihak sekolah, mulai hari ini kami belajar di rumah,” ujar Putri, salah seorang siswa SMAN 1 Karimun.

Kata dia, kebijakan dari pihak sekolah, belajar dari rumah akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

“Informasinya selama tiga hari ke depan. Mungkin kalau kabut asap sudah tak ada, kami akan sekolah lagi seperti biasa,” ungkapnya.

Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah mitigasi untuk melindungi kesehatan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari paparan polusi udara.

Kebijakan pengalihan proses belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh ini akan terus dievaluasi secara berkala. Jika kualitas udara tidak kunjung membaik, masa pelaksanaan BDR bagi siswa SMA sederajat berpotensi untuk diperpanjang.

Seluruh pihak sekolah, termasuk guru dan murid, sangat diimbau untuk selalu mengenakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah atau bepergian demi menjaga kesehatan pernapasan.

Berbeda dengan jenjang SMA, proses belajar mengajar bagi siswa SD dan SMP sederajat di Kabupaten Karimun dipastikan tetap berlangsung secara tatap muka.

Meskipun demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun sempat mengambil langkah taktis memulangkan siswa SD dan SMP lebih awal saat konsentrasi kabut asap dinilai sangat pekat.

Ads bp batam 2026 baru

Penulis: Ilfitra

Pos terkait