Clean Eating: Lebih dari Sekadar Diet, Ini Manfaatnya

Ilustrasi. Foto: Freepik.com

BATAM (gokepri.com) – Pola makan clean eating tak hanya bertujuan menurunkan berat badan, tetapi juga menjadi cara hidup sehat melalui pemilihan makanan yang segar dan minim proses pengolahan.

Gaya hidup ini pertama kali diperkenalkan pada 1960, namun mulai populer pada 2007 melalui buku Eat Clean Diet karya Tosca Reno.

Clean eating menekankan konsumsi makanan segar seperti buah, sayur, daging rendah lemak, biji-bijian, dan lemak sehat. Sebaliknya, makanan olahan seperti snack, makanan beku, atau saus kemasan dihindari karena mengandung zat aditif dan pengawet yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga: Diet Berkualitas dan Jantung Sehat dengan Makan Alpukat

“Clean eating mendorong metabolisme tubuh lebih optimal dalam mencerna makanan segar, sehingga membantu mencegah obesitas dan penyakit degeneratif,” ungkap sebuah studi dalam Food and Nutrition Research.

Selain membantu menurunkan berat badan, pola makan ini juga memberikan berbagai manfaat, seperti meningkatkan kualitas tidur, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta mendukung kesehatan mental.

Clean eating juga membantu tubuh menjaga keseimbangan kalori dan lemak, sehingga meminimalkan risiko penyakit kronis.

Prinsip clean eating sejalan dengan panduan gizi seimbang yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Namun, clean eating tidak menyarankan penggunaan suplemen, karena makanan segar sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat membantu Anda memulai pola makan ini seperti dilansir laman Hellosehat.

Bp batam banner link sep 2027

1. Konsumsi Makanan Segar

Pilih bahan makanan segar dan hindari makanan olahan. Misalnya, ganti nugget ayam dengan dada ayam panggang atau kukus. Jika ingin makanan manis, pilih buah asli dibandingkan kue kemasan yang mengandung pemanis tambahan.

2. Perbanyak Serat

Tambahkan sayur dan buah segar dalam menu harian Anda. Selain kaya serat, kedua jenis makanan ini mengandung mineral yang membantu tubuh melawan kerusakan sel.

3. Pilih Karbohidrat Kompleks

Konsumsi karbohidrat seperti nasi merah, roti gandum, atau ubi. Karbohidrat kompleks memberikan energi lebih lama dan membantu mengontrol rasa lapar.

4. Cek Informasi Gizi

Sebelum membeli makanan kemasan, baca label gizinya. Batasi konsumsi natrium, gula, dan zat aditif. Untuk natrium, usahakan tidak melebihi 1.300–1.700 miligram per hari.

5. Atur Porsi dan Jadwal Makan

Makanlah dengan porsi kecil sebanyak enam kali sehari. Pola ini membantu tubuh terus mencerna makanan dan mencegah rasa lapar berlebihan.

6. Cukupi Kebutuhan Air

Minum air mineral 2–3 liter per hari sesuai kebutuhan tubuh. Hindari minuman berkalori seperti soda untuk membantu menurunkan berat badan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait