BATAM (GoKepri.com) – Investasi di Kota Batam akan meroket pada tahun 2023. Meski ancaman resesi di depan mata, Wali Kota Batam ex officio Wali Kota Batam Muhammad Rudi optimistis investasi Batam akan tumbuh.
“Namanya berinvestasi butuh waktu. Kalau dibilang tak ada investasi, tak mungkin karena Batam dibangun sebagai daerah khusus investasi,” kata dia saat ditemui di BP Batam 26 Oktober 2022.
Rudi mengatakan investasi PLTS yang kini menjadi unggulan Batam sebab nilainya mencapai Rp30 triliun. “450 Investasi sudah masuk mau itu besar atau kecil, target sewaktu-waktu Batam menjadi percontohan tujuan investasi,” kata dia.
Baca Juga: Investasi Jumbo Adaro di Batam, Bangun PLTS dengan Modal Rp30 Triliun
Disinggung mengenai ancaman resesi yang akan menggangu iklim investasi, Rudi bilang telah melakukan beberapa langkah antisipasi jika iklim investasi atau industri di Kota Batam terganggu akibat resesi global, pihaknya akan menghidupkan pariwisata.
“Kalau industri ada masalah, wisata kita hidupkan. Kalau orderan berkurang, pekerja akan menganggur, wisata jawabannya. Makanya bangun bandara, bangun jalan itu tujuannya,” kata Rudi.
Menurut dia, Indonesia termasuk salah satu negara yang tidak terkena resesi global 2023 mendatang. Rudi menambahkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk menggunakan seluruh uang-uang yang ada agar masyarakat dapat merasakan.
“Bukan dihibahkan tapi berbentuk kegiatan. Jadi uang BP dan Pemko sudah kami gunakan, dan kami buktikan sebenarnya,” kata dia.
Ia mengumpamakan salah satunya ketika pemerintah membangun jalan, yang dampaknya bisa dinikmati oleh masyarakat.
“Jangan lihat output jalannya, tapi uang yang dikucurkan bisa dinikmati oleh rakyat. Rakyat bisa dapat duit dan inflasi terjaga. Makanya Batam pertumbuhan ekonominya mantap 4,75 persen,” kata dia.
Mengutip data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada periode Januari – September 2022, realisasi investasi di Kepulauan Riau mencapai Rp71,9 triliun. Naik 8,1 persen secara tahunan.
Pada paruh pertama tahun ini, Batam menjadi penyumbang sebesar 79,16 persen dari realisasi penanaman modal asing (PMA) di Kepulauan Riau. Nilai PMA di Batam mencapai Rp6,1 triliun pada periode tersebut.
Selain itu, kata Rudi, peluang masuknya potensi investasi baru ke Batam cukup terbuka karena adanya dukungan infrastruktur terkait yang signifikan. Mulai dari bandara, jalan, pelabuhan, hingga fasilitas kesehatan.
“Saat ini, sudah banyak investor yang menanyakan perihal investasi di Batam,” ujar kepala instansi yang baru saja memasuki usia ke 51 tahun itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Engesti








