BATAM (gokepri.com) – Kabut asap yang menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim pada Minggu, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan masih terdapat potensi hujan dalam tiga hari ke depan.
Kepala BMKG Batam Ramlan mengatakan, kondisi jarak pandang akibat kabut asap masih memenuhi standar keselamatan untuk pendaratan pesawat. Namun, hujan yang berpotensi turun dalam beberapa hari mendatang diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di wilayah tersebut.
“Untuk tiga hari ke depan masih ada potensi hujan, tetapi sifatnya masih di titik-titik tertentu dan belum merata,” kata Ramlan di Batam, Minggu.
Ia menjelaskan, asap yang menyelimuti Batam bukan sepenuhnya berasal dari kebakaran di wilayah setempat, melainkan terbawa angin dari sejumlah daerah lain, seperti Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan.
Menurut dia, luasnya wilayah sumber kebakaran menyebabkan distribusi asap masih berlangsung hingga ke sejumlah daerah di Kepulauan Riau.
Ramlan mengatakan, wilayah Batam dan Kepri secara umum mulai memasuki periode peralihan menuju musim hujan pada Oktober hingga Desember.
“Kondisi tersebut diharapkan membantu mengurangi kabut asap, meskipun hujan dalam waktu dekat diprakirakan belum turun secara merata,” kata dia.
BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Batam. Potensi hujan dalam beberapa hari ke depan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi udara sekaligus mengurangi gangguan jarak pandang.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Annang Adhan mengatakan kabut asap pada Minggu belum berdampak terhadap aktivitas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan pesawat di Bandara Hang Nadim.
“Alhamdulillah, hari ini tidak berdampak ke penerbangan sehingga aktivitas take-off dan landing bisa dilakukan secara lancar,” kata Annang.
Ia mengaku, sempat menanyakan kondisi tersebut kepada pilot Batik Air Malaysia yang mengoperasikan penerbangan internasional rute Penang-Batam.
“Pilot tersebut sempat mengkhawatirkan kondisi kabut asap, tetapi memutuskan melakukan pendaratan setelah menilai kondisi penerbangan masih memungkinkan,” jelas dia.
Meski demikian, Annang mengakui kabut asap dalam beberapa hari sebelumnya sempat berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Hang Nadim, termasuk keterlambatan dan pembatalan sejumlah penerbangan.
Ia menyebut penerbangan internasional rute Kuala Lumpur-Batam juga sempat terdampak karena jadwal penerbangan bertepatan dengan kondisi kabut asap.
Menurut Annang, dampak gangguan penerbangan akibat kabut asap tidak hanya terjadi di Batam, tetapi juga dirasakan sejumlah daerah lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan, seperti Jambi dan Pekanbaru.
Pihak bandara masih melakukan pengecekan untuk memastikan jumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan maupun pembatalan selama sepekan terakhir.
Penulis : Engesti







