BMKG Karimun Jelaskan Kondisi Cuaca Saat Putusnya Jembatan di Pelabuhan KPK

Jembatan penghubung ke ponton Pelabuhan KPK Karimun.

Karimun (gokepri.com) – Putusnya jembatan penghubung ponton di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam atau Pelabuhan KPK serta terbaliknya ambulance laut Baznas Karimun pada Kamis, 27 Oktober 2022 dinihari disinyalir karena kuatnya angin barat saat itu.

Kuatnya hembusan angin barat yang terjadi saat itu berdasarkan laporan intelijen dari Lanal Tanjungbalai Karimun.

Namun, bagaimana penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Raja Haji Abdullah Karimun terkait kondisi cuaca pada saat itu.

HBRL

Peramal cuaca (forecaster) BMKG Karimun, Younggy HM Hutabarat mengatakan, BMKG tidak bisa menyebutkan putusnya jembatan ponton pelabuhan KPK Karimun disebabkan oleh angin barat.

“Kami dari BMKG hanya memberikan informasi terkait cuaca yang terjadi pada saat kejadian, namun untuk dampak yang terjadi bukan kewenangan dari kami,” kata Younggy.

Younggy mengatakan, sesuai dengan data pihaknya yang berasal dari alat AWS Maritim Tanjungbalai Karimun yang terletak di Lanal Karimun memang pada saat cuaca ekstrem angin bergerak dari arah barat.

“Untuk angin barat itu sendiri bisa sedikit saya jelaskan bahwa angin barat atau yang biasa disebut angin monsun baratan rata-rata bertiup dari arah barat hingga barat laut dan bertiup pada Oktober sampai April di setiap tahunnya,” jelas Younggy.

Menurut dia, untuk angin monsun baratan ini biasanya adalah indikator musim penghujan di wilayah Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, jembatan penghubung ke ponton pelabuhan KPK terputus dan 1 unit ambulance laut milik Baznas Karimun terbalik saat dihantam gelombang kuat karena diduga angin barat pada Kamis, 27 Oktober 2022 dinihari.

Penulis: Ilfitra

Pos terkait