Bimtek Penjamah Makanan Digelar Serentak, 4.100 Peserta di Kepri Dapat Pelatihan MBG

(istimewa)

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pelatihan penjamah makanan secara serentak di berbagai daerah. Sebanyak 4.100 peserta di wilayah I Kepulauan Riau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) MBG yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (4–5/10).

Kegiatan ini terpusat di Hotel Grand Mercure Batam Center dan tersebar di beberapa lokasi lain, seperti Harmoni One Batam, AP Premier Batam, AGlow Hotel Batam, serta Aston Tanjung Pinang.

Direktur Pelaksana MBG Wilayah I, Wahyu Widisetyanta, menjelaskan bahwa peserta merupakan penjamah makanan dari berbagai Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.

“Lewat pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dasar tentang pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan sesuai standar keamanan pangan,” ujarnya.

Wahyu menyebutkan, pelatihan juga digelar serentak di wilayah lain seperti Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat guna memastikan keseragaman standar teknis di seluruh zona program MBG.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penjamah makanan di tengah meningkatnya kasus keracunan makanan di beberapa daerah.

“Ini langkah pencegahan. Kami ingin semua pelaksana MBG memahami prinsip kebersihan dan keamanan pangan agar kejadian serupa tak terulang,” katanya.

Selain aspek kesehatan, Wahyu menyatakan bahwa MBG juga membawa dampak sosial dan ekonomi. Program ini membuka lapangan kerja di sekitar SPPG dan memberdayakan masyarakat setempat.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad yang membuka kegiatan mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dalam pelaksanaan program nasional ini.

Bp batam banner link sep 2027

“Ini bukan sekadar urusan dapur, tapi masa depan bangsa. Yang kita siapkan adalah generasi emas 2045,” kata Amsakar di hadapan peserta.

Ia mengimbau agar para pelaku SPPG tidak hanya berorientasi pada keuntungan.

“Ini bukan bisnis biasa, tapi ladang amal. Untung sedikit tidak apa-apa, asal manfaatnya besar. Ini bernilai ibadah,” tegasnya.

Amsakar juga menyebut para penjamah makanan sebagai “pahlawan gizi” yang bekerja di garis depan memastikan kebutuhan nutrisi anak-anak terpenuhi setiap hari.

Kegiatan Bimtek ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaksana lapangan untuk menjaga mutu dan keberlanjutan Program MBG. Diharapkan, program inisiasi Presiden RI ini tidak hanya dikenal dunia, tapi juga memberi manfaat nyata bagi anak-anak Indonesia. *

Penulis: Engesti

Pos terkait