Karimun (gokepri.com) – Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022 atau bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah.
Satu hari menjelang Hari Raya Idul Adha, biasanya umat muslim melaksanakan ibadah puasa Arafah.
Puasa Arafah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Ini lantaran ganjaran puasa tersebut sangat besar, yaitu dapat menghapus dosa pada satu tahun yang telah lalu dan satu tahun akan datang.
Dalam riwayat, Nabi SAW ditanya oleh seorang shahabat, (Ya Rasul) apa keutamaan puasa Arafah? Jawab beliau, “Puasa Arafah dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi pada satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang”.
Sahabat itu bertanya (lagi), “(Ya Rasul), apa keutamaan puasa Asyura?” Jawab beliau, “Menghapus dosa-dosa pada tahun yang lalu” (Shahih Imam Muslim, Nomor Hadits 1162)
Karena itu, sangat disayangkan jika momen ini terlewatkan. Nah, bagi yang ingin berpuasa, ada baiknya untuk mengetahui niat dari puasa Arafah tersebut. Berikut niat puasa Arafah.
Lafal niat puasa Arafah di malam hari:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Saya berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT.”
Lafal niat puasa Arafah di siang hari:
Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah SWT.”
Karena itu, jika lupa melafalkan niat puasa Arafah tersebut pada malam hari, maka bisa dilafalkan pada siang hari. Asalkan belum makan dari waktu subuh. (*)
sumber: liputan6.com









