Berlari Malam Sambil Menjelajahi Tanjungpinang

Kepri MoonRun Tanjungpinang
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar konferensi pers ajang Kepri MoonRun 2026 di Kota Tanjungpinang, Kamis (5/11/2026) malam. ANTARA/Ogen

Dispar Kepri menyiapkan Kepri MoonRun 2026. Ajang ini menggabungkan lari malam dan wisata budaya.

TANJUNGPINANG (gokepri) – Kepri MoonRun 2026 mengajak 3.100 pelari menyusuri kawasan bersejarah Tanjungpinang pada 14 November. Rute ini memadukan olahraga malam dengan pengalaman menikmati destinasi dan atraksi budaya lokal.

Peserta tidak sekadar berlari mengejar garis finis. Mereka juga akan melewati sejumlah ikon kota dan menyaksikan pertunjukan seni tradisional sepanjang perjalanan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan mengatakan, Kepri MoonRun mengusung tema Culture Heritage Sport. Konsep tersebut menggabungkan olahraga, wisata, dan kekayaan budaya daerah.

Baca Juga: MANDIRI BINTAN MARATHON: Bukti Keberhasilan Sport Tourism di Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar Kepri MoonRun untuk tahun kedua. Penyelenggaraan kali ini kembali berkolaborasi dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

Antusiasme peserta terlihat dari terpenuhinya seluruh kuota pendaftaran. Sebanyak 3.100 pelari telah mendaftar meskipun peserta harus membayar biaya keikutsertaan.

“Meskipun berbayar, antusiasme peserta tetap tinggi dan seluruh kuota sebanyak 3.100 pelari sudah terpenuhi,” kata Hasan di Tanjungpinang, Jumat (6/11/2026).

Peserta berasal dari sejumlah daerah, termasuk Batam, Tanjungpinang, dan Pekanbaru, Provinsi Riau. Pemerintah Provinsi Kepri juga memasukkan Kepri MoonRun dalam kalender event pariwisata tahun 2027.

Daya tarik Kepri MoonRun terletak pada rute yang melewati sejumlah destinasi wisata dan kawasan bersejarah. Pelari akan melintasi Taman Gurindam 12 dan menikmati pemandangan lampu Pulau Penyengat.

Ads bp batam 2026 baru

Rute berikutnya melewati Gedung Daerah, Gedung Gonggong, dan Tugu Sirih. Peserta juga akan menyusuri kawasan Kota Lama di Jalan Merdeka.

Perjalanan berlanjut menuju Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Kawasan tersebut menyimpan jejak sejarah dan perkembangan budaya Tanjungpinang.

Selain menikmati pemandangan kota, peserta juga akan menyaksikan berbagai pertunjukan seni. Panitia menyiapkan Joget Makyong, pertunjukan kompang, dan barongsai sepanjang rute.

Perpaduan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan lomba lari pada umumnya. Aktivitas olahraga menjadi sarana untuk memperkenalkan destinasi sekaligus kekayaan budaya Tanjungpinang.

Hasan berharap konsep tersebut memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Kepulauan Riau. Pemerintah juga ingin memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Kepri MoonRun 2026.

Menurut Misni, keberhasilan penyelenggaraan pada 2025 menjadi tolok ukur peningkatan kualitas kegiatan tahun ini. Karena itu, pemerintah membutuhkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kelancaran acara.

Pemprov Kepri akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait. Pembahasan mencakup persiapan teknis dan pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Misni menilai kolaborasi sektor olahraga dan pariwisata perlu terus berkembang. Kepri MoonRun diharapkan memperkuat daya tarik Tanjungpinang sebagai destinasi wisata budaya dan olahraga di Kepulauan Riau. “Diperlukan koordinasi dan dukungan seluruh pihak agar kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan sukses,” ujar Misni.

Baca Juga: Keindahan Alam Bintan Menanti di Mandiri Bintan Marathon 2024

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait