Berdayakan Pekerja Lokal demi Kemajuan Industri Hulu Migas

Forum kapasitas nasional SKK migas
Forum Kapasitas Nasional III Wilayah Sumbagut di Hotel Radisson, Batam, 12 Juli 2023. Foto: gokepri/Engesti

Batam (gokepri) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprioritaskan tenaga kerja lokal di lingkungan kerja kontaktor SKK Migas.

“Kami prioritaskan tenaga kerja lokal yang qualifed untuk bisa bekerja di SKK Migas. SKK Migas berkomitmen penuh untuk mengembangkan kapabilitas dan kapasitas nasional dalam bidang Sumber Daya Manusia,” kata Kepala Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi SKK Migas, Daniel Kurnianto, di sela-sela Forum Kapasitas Nasional III Wilayah Sumbagut di Hotel Radisson, Rabu 12 Juli 2023.

Daniel menjelaskan saat ini SKK Migas membutuhkan ribuan welder alias tukang las untuk bekerja di unit kerja SKK migas yang ada di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). SKK Migas akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

HBRL

“Di Paxocean itu butuh banyak sekali. Bahkan welder yang dari Karimun, ditarik tarik untuk kerja di Batam,” kata dia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Mangara M Simarmata, mendukung upaya SKK migas yang memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk berkerja di unit-unit kontraktor SKK Migas. Pemprov juga telah melakukan beberapa pelatihan untuk memenuhi kebutuhan.

“Kami sudah melakukan beberapa pelatihan di bidang ketenagakerjaan ada welder ada juga fitting dan pelatihan lainnya,” kata dia.

Tidak hanya pelatihan di bidang keahlian tapi juga pelatihan di bidang keamanan (safety), dengan tujuan meminimalisir kecelakaan kerja. “Jadi kalau ada pembangunan yard oleh kontraktor tentu akan lebih aman. Kalau pun ada masalah keamanan itu murni kecelakaan kerja,” kata dia.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Rikky Rahmat Firdaus menegaskan, sebagai regulator SKK Migas secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi SDM di semua area operasi. “Tentu hal serupa juga menjadi mandatory operator migas (KKKS), serta para vendor di tingkat lokal. Industri hulu migas membutuhkan SDM yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Pada tahun ini, SKK Migas menargetkan investasi sebesar Rp234,18 triliun di industri hulu migas. Target ini lebih tinggi 26 persen dibandingkan capaian investasi tahun 2022 yang sebesar Rp185,36 triliun.

Vice President SKK Migas, Erwin Suryadi yang juga merupakan Ketua Umum Forum Kapnas III Tahun 2023 mengatakan, beberapa pabrikan di Batam yang menjadi penunjang utama operasi migas di Sumbagut juga dituntut melakukan pemutakhiran kapabilitas SDM-nya. Upaya ini bisa dikolaborasikan dengan program kerja SKK Migas yang juga diturunkan kepada pihak KKKS.

“Misalnya saja mengenai sertifikasi. Hal ini menjadi bagian yang harus mendapatkan perhatian khusus manajemen perusahaan, supaya SDM-nya memiliki kompetensi, sesuai dengan peralatan dan teknologi yang terus berkembang dan prosedur yang terus diperbarui,” katanya.

Menurut Erwin, upaya peningkatan kapabilitas di tingkat lokal selalu menjadi diskursus Forum Kapasitas Nasional di berbagai wilayah operasi SKK Migas. Hal ini tak lepas dari semangat peningkatan daya saing SDM di Indonesia, yang termaktub dalam nawacita Presiden Joko Widodo. Salah satu dari 9 prioritas pembangunan pemerintah itu kemudian diturunkan ke dalam program kerja SKK Migas.

“Aktualisasinya diturunkan ke program Forum Kapasitas Nasional. Makanya di forum ini, SKK Migas bersama KKKS kembali menekankan perlunya kolaborasi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapabilitas SDM industri hulu migas, mulai dari level lokal,” terang Erwin.

Di Batam, lanjutnya, ada beberapa pabrikan yang berhasil menjaga dan meningkatkan kapabilitas pekerjanya. Hal ini terlihat dari capaian dan output yang dihasilkannya, seperti keberhasilan membuat produk atau jasa, yang memenuhi standar kualitas industri hulu migas. Produk-produk itu bahkan sukses dipergunakan di manca negara.

“Forum ini akan menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan bertukar ide, bagaimana peningkatan kapabilitas SDM bisa dilakukan. Saya berharap best practice tersebut bisa ditularkan kepada semua pelaku usaha penunjang industri hulu migas, supaya tidak ada gap yang jauh di antara sesama pelaku industri penunjang hulu migas nasional,” katanya.

Forum Kapasitas Nasional di area Sumbagut ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, M. Darwin, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilaya Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Senior Vice President Offshore Asset PT Medco E&P, Ignatius Tenny Wibowo, beberapa pimpinan atau perwakilan KKKS, pelaku usaha penunjang industri hulu migas, termasuk UMKM, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Perkembangan Teknologi Industri Migas Harus Diikuti Pembangunan SDM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

 

 

Pos terkait