Bank Mandiri Biayai Pembuatan Dua Kapal Baru TNI AL Rp66 Miliar

Bank mandiri kapal TNI
Peluncuran dua kapal patroli TNI AL, KAL Sembulungan dan KAL Hinako di galangan kapal PT Citra Shipyard, Batam, Senin 4 Desember 2023. Foto: istimewa

Batam (gokepri) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyalurkan kredit modal kerja untuk pembuatan dua unit kapal angkatan laut milik TNI Angkatan Laut dengan limit pembiayaan senilai Rp 66 miliar.

SEVP Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo menyatakan pembiayaan tersebut telah dikucurkan kepada PT Citra Shipyard untuk pembangunan Kapal Angkatan Laut Sembulungan dan Hinako milik TNI AL.

“Bank Mandiri berupaya memberikan dukungan pembiayaan dan melayani berbagai transaksi keuangan termasuk ke industri maritim, baik untuk industri perkapalan maupun galangan guna mendukung perekonomian nasional,” ujar Totok dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (5/12/2023).

Baca Juga:

Totok menjelaskan pembangunan kapal tersebut telah rampung. Seiring dengan itu, Bank Mandiri bersama Markas Besar Angkatan Laut RI dan PT Citra Shipyard melakukan pengoperasian perdana dua unit kapal tersebut di Batam, Kepulauan Riau pada Senin (4/12/2023).

Menurut Totok, dua kapal dengan ukuran 28 meter ini dapat memperkuat alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Indonesia. Dengan demikian, penjagaan kedaulatan di perairan Tanah Air dapat terjaga lebih optimal lagi.

“Bank Mandiri konsisten menjadi salah satu pendukung penguatan alutsista tanah air di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui layanan perbankan yang komprehensif,” kata Totok.

Penyaluran pembiayaan untuk pembangunan kapal TNI AL ini dilakukan di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang lesu pada Oktober 2023. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan DPK hanya tumbuh 3,43% menjadi Rp8.199 triliun. Kinerja ini jauh lebih rendah dari pertumbuhan September, yang mencapai 6,54% menjadi Rp8.147 triliun.

“Likuiditas industri perbankan pada Oktober 2023 dalam level yang memadai dengan rasio likuiditas jauh di atas level kebutuhan pengawasan,” demikian laporan OJK.

Rasio alat likuid kepada non-core deposit atau AL/NCD dan alat liquid kepada DPK atau AL/DPK masing-masing naik menjadi 117,29% dan 26,36%, di mana September yang lalu berada di level 115,37% dan 25,83%, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Sementara itu, kualitas kredit tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net perbankan sebesar 0,77%, sama dibanding kinerja September. Sedangkan NPL gross sebesar 2,42%, tercatat menurun tipis dibanding September, yakni 2,43%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN